Selamat Datang di Viva Persik
Info Seputar Kediri dan sekitarnya, Persik Kediri dan Persikmania

19 Dari 24 Lampu Stadion Brawijaya Rusak

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebanyak 19 unit lampu Stadion Brawijaya Kota Kediri mati. Manajemen Persik Kediri sudah melapor ke Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, tetapi belum ada pembenahan.

“Kurang lebih 19 unit lampu yang mati. Belum tahu apakah hanya rusak pada instalansinya atau harus ganti. Kita sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Kediri, agar supaya cepat diganti,” ujar Anang Kurniawan, Manajer Persik, Sabtu (09/03/2013)

Keberadaan lampu stadion sangat penting dalam penyelenggaraan pertandingan, khususnya pada malam hari. Untung saja, jadwal home Persik selama ajang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, tidak ada yang berlangsung malam hari.

Terpisah, Panitia Pelaksana Pertandingan Triyono Kutut mengatakan, dalam waktu dekat akan membenahi lampu stadion yang mati. Panpel sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) guna membahas masalah ini

"Biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan lampu stadion cukup besar hampir mencapai setengah milyar. Jumlah lampu yang mati sebanyak 19 unit. Sedangkan perbaikan untuk satu unit lampu saja mencapai Rp 25 juta. Oleh karena itu, perbaikan lampu stadion bisa dilakukan secara bertahap,” ujar Kutut

Triono kutut menambahkan, jumlah lampu di Stadion Brawijaya saat ini ada 24. Jika yang rusak hanya bola lampunya, sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar. Tetapi karena yang rusak termasuk rumah lampunya, biaya yang harus dikeluarkan menjadi cukup besar.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Pak Dokter Siapkan Bus Buat Persikmania Tour ke Solo

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Walikota Samsul Ashar sangat mendukung Persik Kediri lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Tak tanggung-tanggung, Pak Dokter panggilan akrab Samsul Ashar, memberikan sumbangan bus kepada Persikma­nia yang ingin mendukung Persik ke Solo. Karena Macan Putih akan menghadapi tuan rumah Persis Solo pada Jumat (15/3).

"Saya siapkan bus untuk Persikmania yang mau mendukung Persik," ujar Pak Dokter.

Ketua Umum Persik ini mengatakan, dukungan Persikmania sangat penting. Suporter menjadi pemain ke-12 di sepak bola. Harianto dkk menjadi lebih bersemangat jika Persikmania datang dan memberikan dukungan secara langsung. Terbukti, di dua laga kandang Persik, Macan Putih bisa sapu bersih di kandang karena belasan ribu Persikmania memenuhi Stadion Brawijaya. Meski harus bermain dengan sepuluh orang, Persik justru bisa mencetak gol ke gawang Persewangi.

"Satu pemain yang hilang, bisa digantikan dengan dukungan Persikmania," ujarnya.

Untuk itu, Pak Dokter berharap Persikmania selalu mendukung Persik. Di mana saja, Persik bermain, Persikmania harus ada. Sehingga, Persik bisa terus mendulang poin demi poin. "Kami sangat berharap Persikmania mau men­dukung Persik main di Solo," harapnya.

Lebih lanjut, Pak Dokter mengatakan, meski saat ini, Persik berada di puncak klasemen sementara grup V Divisi Utama PT Liga Indonesia (LI) tetapi tiket babak 12 besar masih belum digenggam. Masih ada delapan pertandingan lagi. Persik harus terus mendapatkan tambahan poin demi poin untuk bisa mengamankan satu tiket babak 12 besar.

"Lawan Persis Solo, Persik tetap harus dapat poin," tandasnya.

Selain memberikan bantuan bus, Pak Dokter ]uga peduli terhadap kesehatan pe­main Persik. Pada Senin (4/5), dokter spesialis penyakit dalam ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan yang dikonsumsi pemain di mess Persik, Jalan PK. Bangsa Kota Kediri. "Makanan pemain sepak bola harus bergizi dan menyehatkan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Dokter juga memberikan motivasi kepada pemain sebelum menghadapi Persewangi. Hasilnya, Fatchul Ichya dkk tampil penuh semangat. Sehingga, Persik bisa menang dengan skor 1-0 dan tetap kokoh di puncak klasemen grup V.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Fans Aremania Kediri Diusir Dari Brawijaya

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Aksi pengusiran penonton terjadi saat laga Persik Kediri kontra Persewangi Banyuwangi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (5/3/13) sore. Seorang cewek berkostum aremania diusir dari tribun H oleh ratusan persikmania.

” Usir, usir, usir,” teriak fans fanatik Persik Kediri kepada cewek berambut lurus panjang berwarna hiyam itu. Aksi pengusiran itu nyaris berujung keributan. Untung saja, Panpel Persik langsung mengevakuasinya.

Penonton yang memakai kostum aremania berwana biru, akhirnya rela meninggalkan Kandang Macan Putih dengan raut wajah penuh malu. Sebab, sepanjang perjalanan diejek oleh para penonton, yang didominasi Persikmania

Kasat Binmas Polres Kediri Kota AKP Sumilih mengatakan, pihaknya langsung meminta penonton berkostum aremania itu untuk melepaskan kaosnya. Sumilih memastikan jika penonton berjenis kelamin cewek itu berasal dari Kediri dan fans tim Arema Indonesia.

Sementara itu, tuan rumah Persik sudah berhasil unggul sementara 1-0 dari tamunya Persewangi. Gol pembuka Persik dicetak oleh Faris Adhitama. Tetapi, Persik harus rela kehilangan juru tusuknya Oliver Makor, setelah wasit mengusirnya karena melakukan pelanggaran keras.

Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Persik yang bertekad mengamankan poin sempurna di kandang, nampaknya akan melakukan perubahan formasi di babak kedua.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Kalahkan Persewangi, Persik Kediri Makin Mantab

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Persik Kediri kembali meneruskan trend positifnya. Bermain di hadapan 14.000 pendukung fanatiknya, tim bertajuk Macan Putih menang tipis 1-0 dari tamunya Persewangi Banyuwangi, di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (05/03/2013) sore.

Kemenangan tersebut semakin memperkokoh Persik sebagai juara grup V kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Kini poin yang sudah dikoleksi Persik sebanyak 10 dari empat pertandingan yang sudah dilalui.

Gol semata wayang Persik lahir dari kaki Faris Adhitama, pada babak pertama. Keunggulan 1-0 tersebut bertahan hingga pertandingan berkesudahan.

Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo dalam konferensi pers mengatakan, kunci kemenangan timnya adalah bersabar dan bermain secara kolektif. Mantan pemain Persik itu mengaku, sangat bersyukur atas hasil positif yang kembali diraih klubnya.

Aris mengatakan, keputusan menarik keluar Faris Adhitama setelah timnya unggul karena pertimbangan kondisi yang bersangkutan. Pemain bernomor punggung 11 itu sempat melambaikan satu tangannya ke atas dan menunjuk perutnya.

“Sejak awal Faris mengeluhkan sakit di perutnya. Tetapi, dia masih bersemangat. Dia ingin menunjukkan performa terbaiknya. Alhamdulillah, akhirnya dia bisa membuktikan hasil dari kemauan kerasnya itu,” imbuh Aris Budi.

Persik harus bermain dengan 10 pemain setelah Oliver Makor diusir oleh wasit Hamsir dari Balikpapan. Meskipun kalah jumlah pemain, tetapi Persik justru mampu mencetak gol. Aris bersyukur, tim tamu Persewangi juga kehilangan satu pemainnya setelah M. Fofana juga mengalami nasib yang sama seperti Makor.

Terpisah, Bagong Iswahyudi mengatakan, secara keseluruhan, permainan anak asuhnya sudah sangat bagus dan sesuai dengan apa yang sudah diinstruksikan. Hanya saja, Persik bisa mengimbangi strategi yang dijalankannya.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Persik Kediri Tak Mau Malu di Hadapan Persikmania

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Persik Kediri tidak mau malu di hadapan Persikmania. Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo mengaku sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk menghadapi Perse­wangi Banyuwangi. Sebelum rnenjamu Mojokerto Putra (MP) di Stadion Brawijaya (26/2), Aris menyempatkan diri ke Madiun pada 25 Februari lalu. Tujuannya, untuk mengetahui kekuatan Perse­wangi. "Saya melihat langsung permainan Persewangi saat mengalahkan tuan rumah Madiun Putra," ungkap Aris.

Dalam laga melawan Madiun Putra, Aris sengaja datang ke Stadion Wilis, Madiun. Dia menyaksikan langsung pertandingan Madiun Putra melawan Persewangi. Sehingga, kelemahan dan kelebihan Jaenal Ichwan dkk sudah diketahui. "Persewangi adalah tim yang kuat," ujarnya.

Aris mengatakan, Persik perlu mewaspadai tukang gedor Perse­wangi. Ketajaman jaenal Ichwan harus menjadi perhatian tersendiri. Karena pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub besar Indonesia seperti Petrokimia Pu­tra, Persija Jakarta, dan Arema tersebut masih bertaji. Kecepatan dan finishing touch, pemain yang sudah berusia 35 tahun tersebut masih hebat. Dia sudah mencetak dua gol dari dua laga. Satu gol disumbangkan Jaenal saat menghancurkan Madiun Putra dengan skor telak 3-1.

Untuk itu, Alhadji dkk harus bisa tampil tenang. Mereka wajib mematikan pergerakan striker Perse­wangi, termasuk Jaenal. Sehingga, kemenangan bisa diraih Persik. Pelatih berlisensi B ini men­gatakan, hadirnya mantan pemain Persik, yaitu stopper Slamet Sampumo dan Jordi Kartiko juga pantas diwaspadai. Mereka pasti sudah mengetahui kekuatan Persik. Motivasi bertanding dua pemain tersebut juga diperkirakan akan berlipatganda.

Selain itu, Aris mengingatkan, pemain harus bisa tampil lepas, karena mental pemain Perse­wangi patut diacungi jempol. Setelah kalah di laga perdana melawan Persis Solo di kandang sendiri dengan skor tipis 2-3, Jaenal dkk mampu bangkit. Mereka berhasil mempermalukan tuan rumah Madiun Putra. Sehingga, jika Per­sik tidak hati-hati, nasib Madiun Putra bisa dialami Persik.

Agar Persik bisa tampil greng lawan Persewangi, kemarin sore, Harianto dkk sudah mulai berlatih. Mereka latihan di Stadion Brawijaya. Harapannya, kondisi fisik dan kerja sama tim bisa meningkat. Sehingga, Persik bisa meraup tiga poin dan mengamankan tahta grup Divisi Utama (DU) PT Liga Indo­nesia (LI).

Sementara itu, Walikota Kediri Samsul Ashar meminta pemain Persik Kediri harus tampil maksimal lawan Persewangi Banyuwangi, Selasa (5/3). Pak Dokter panggilan akrab Samsul Ashar, menargetkan Persik harus bisa mengamankan tiga poin di kandang. "Harus menang lawan Persewan­gi," tandasnya.

Kemenangan lawan Persewangi, sangat penting. Karena Persik masih menyisakan 11 laga. Sedangkan, tim yang berhak lolos ke babak 12 besar adalah juara dan runner up grup. Ketua Umum Persik Kediri ini menegaskan, dia menargetkan Persik harus lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Karena Persik adalah kebanggaan masyarakat Kediri. Jika Persik bisa berprestasi, masyarakat Kediri juga akan bangga.

Selama ini, sebenamya Pak Dok­ter menginginkan Persik bisa menjadi juara kompetisi di Indonesia. Sayang karena banyaknya masalah seperti larangan penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri hingga konflik dualisme PSSI membuat Persik harus terdegradasi ke Divisi Utama. "Sebagai orang asli Kediri, saya sangat bangga dan cinta dengan Persik," ujarnya

Namun, setelah kasus dualisme PSSI kelihatannya akan segera berakhir, Pak Dokter berusaha keras agar Persik bisa kembali berprestasi. Orang nomor satu di Kota Kediri ini selalu hadir saat Persik bertanding di Stadion Brawijaya.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Macan Putih Masih Lapar Kemenangan

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Setelah sukses menerkam Mojokerto Putra (MP) di Stadion Brawijaya (26/2), dengan skor 1-0. Oliver Makor dan kawan-kawan akan kembali mencari mangsa. Terdekat, lawan yang akan dihadapi Persik Kediri adalah Persewangi Banyuwangi. Laskar Blambangan julukan Perse­wangi, akan bertandang ke kandang Macan Putih pada Selasa (5/3) besok. "Kemenangan adalah harga mati jika Persik main di kandang," tandas Aris Budi Sulistyo, pelatih Persik Kediri.

Tambahan tiga poin sangat diharapkan Persik. Karena selain bisa memuaskan belasan ribu Persikmania yang akan memadati Stadion Brawijaya. Kemenangan atas Persewangi, akan membuka jalan Persik lolos ke babak 12 besar. Makor dan konco-konconya saat ini masih mengoleksi tujuh poin dari tiga kali laga. Meski berada di puncak klasemen grup V, tetapi tiket lolos ke babak 12 besar belum ada di genggaman Ma­can Putih. "Kami harus sapu bersih semua laga home," tandas pelatih muda berlisensi B ini.

Untuk merealisasikan target sapu bersih laga kandang, Aris mengatakan, tidak akan main-main lawan Persewangi. Semua pemain terbaik yang dimiliki Persik akan ditampilkan. Permainan menyerang dengan pressing ketat akan tetap diterapkan. "Kami akan langsung menekan lawan sejak kickoff dibunyikan," ujar Aris.

Agar Persik bisa segera mencetak gol kemenan­gan, pelatih asal Solo ini meminta agar Faris Aditama dan koleganya tidak demam panggung, seperti lawan MP. Hadirnya belasan ribu Persikmania di Stadion Brawijaya tidak boleh menjadi beban. Pemain harus menjadikan dukungan suporter fanatik Macan Putih tersebut sebagai pelecut semangat. Sehingga, suporter benar-benar men­jadi pemain ke-12.

Namun demikian, Aris meminta pemainnya ekstra waspada lawan Persewangi. Karena klub asal Banyuwangi tersebut punya mental yang kuat. Jaenal Ichwan dan teman-temannnya Laskar Blambangan berhasil mempermalukan tuan rumah Madiun Putra pada 25 Februari lalu. Tanpa ampun, Perse­wangi menghajar Madiun Putra dengan skor telak 3-1.

Selain itu, Persewangi juga dihuni beberapa mantan pemain Persik. Di lini belakang, stopper Slamet Sampurno dan Jordi Kartiko menjadi tembok yang kokoh. Sehingga, Georges Machia cs harus kerja keras untuk menjebol gawang Persewangi.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Piutang Persik Masih 1 Milyar Pada PT Minangkabau

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Manajemen lama Persik Kediri, PT Minangkabau, ternyata masih memiliki tanggungan utang kepada pengurus Persik Kediri. Masalahnya sisa tagihan Rp 1 miliar masih belum diberikan kepada pengurus Persik.

"Ada sekitar Rp 1 miliar lebih yang belum diberikan kepada Persik. Dana itu untuk biaya operasional selama mengikuti kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI)," ungkap Arya Wisnu Ardhi, mantan Asisten Manajer Persik seperti katakan pada Harian Surya, Kamis (21/2/2013).

Dijelaskan Arya, untuk tanggungan gaji pemain sudah dapat dibereskan semuanya. Hanya tanggungan untuk biaya operasional yang belum diselesaikan.

"Kapan dananya dibayarkan kami tidak dapat memastikannya. Namun kami sudah mendapatkan pernyataan komitmen tanggungannya bakal diselesaikan PT Minangkabau," jelasnya.

Operasional itu terutama biaya untuk pertandingan away berupa sewa hotel, konsumsi dan transport. Karena belum diganti pengurus Persik terpaksa urunan dari dana pribadi.

Terkait menyeberangnya Persik dari kompetisi Divisi Utama LPI ke kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) diakui Arya bakal menjadi salah satu kendala penyelesaian. "Memang masalah kompetisi ini bakal menjadi ganjalan, namun kami sudah punya komitmen tertulis dari pihak PT Minangkabau," tambahnya.

Terlebih bulan Maret mendatang telah diagendakan konggres PSSI yang diharapkan dapat menyatukan PSSI dan KPSI. Pengurus Persik sendiri juga sempat trauma mengikuti kompetisi LPI karena banyak komitmen yang tidak dipenuhi.

Akibatnya pembayaran gaji pemain menjadi tersendat-sendat. Dengan pertimbangan itu, Persik kemudian menyeberang mengikuti kompetisi Divisi Utama LSI. "Kami hanya dapat berharap masalah utamanya di PSSI segera tuntas," tambahnya.

Selama mengikuti kompetisi Divisi Utama LPI musim lalu prestasi Persik terseok-seok dan gagal promosi karena hanya finis di peringkat 4.

Pendapatan dari penjualan tiket juga anjlok drastis dalam satu musim total hanya dapat pemasukan Rp 600 juta. Padahal saat Pesik berlaga di liga super sebelumnya setiap pertandingan rata-rata menghasilkan pemasukan bersih hingga Rp 100 juta.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...