Menurut Kesit, apa yang dilakukan Sakti dengan sengaja menambrak prinsip fair play saat tampil membela timnya di Stadion Brawijaya Kediri, Minggu (11/4), sangat disayangkan. Terlebih dengan statusnya sebagai pemain timnas senior Indonesia.....
Meski begitu, pengamat yang juga wartawan olahraga senior ini menegaskan, sikap brutal Sakti yang berujung dengan keluarnya kartu merah dari saku wasit Jajat Sudrajat pada menit ke-82 untuknya, dipengaruhi banyak faktor.
Salah satunya, adalah kepemimpinan wasit yang memang kurang tegas dalam menjalankan tugas, sehingga membuat Sakti yang sejak awal hanya menyaksikan rekannya berjibaku di lapangan dari kursi bangku cadangan emosinya tersulut, ketika diberi kesempatan bermain.
“Atau bisa jadi karena dia tidak terima dengan keputusan pelatihnya untuk membangku cadangkannya, sehingga emosinya tidak terkendali dan ia tumpahkan di lapangan,” kata Kesit dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.
“Tapi terlepas dari itu, apa yang dilakukan Sakti sangat tidak mencerminkan fair play dan profesionalitasnya, sekiranya yang bersangkutan adalah pemain timnas. Jika dibiarkan terus, akan merugikan timnya. Apalagi saat tampil membela timnas.”
Ditanya apakah tindakan brutal Sakti kali ini merupakan cermin hasil kompetisi yang digelar PSSI? Kesit tidak membantahnya, meski ia sendiri lebih memilih untuk melihat kejadian secara global dan tidak dari satu sisi saja.
Seperti diketahui, Sakti yang masuk menggantikan Jefri Dwi Hadi pada menit ke-68, sudah langsung melakukan pelanggaran keras yang mestinya berbuah kartu merah, saat menerjang dari belakang gelandang Persitara Cesar Emmanuel Ndedi Mboma. Hanya saja, wasit cuma memberikan kartu kuning.
Tindakan brutal pemain asal Medan ini berlanjut delapan menit jelang berakhirnya pertandingan, saat dengan sengaja menanduk muka defender asing Persitara Kim Jong-kyeung, yang membuat pemain asal Korea Selatan ini terkapar.
Tapi lagi-lagi wasit memperlihatkan sikap yang aneh dengan tidak memberikan kartu dan membiarkan hal itu terjadi seolah tidak ada pelanggaran, setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan asistennya di pinggir lapangan.
Barulah saat kedua pemain ini kembali terlibat saling dorong, pengadil lapangan hijau itu mengeluarkan dua kartu merah. Parahnya, pemain Persitara yang sejak awal menjadi korban keberingasan Sakti ikut terkena getahnya dan juga harus keluar lapangan.
(sumber : Goal.Com) Kediri 99out of 100 Review of : VivaPersik Jumlah Voting : 9999 Orang. Kediri Kuliner Prediksi Bola Jersey