Selamat Datang di Viva Persik
Info Seputar Kediri dan sekitarnya, Persik Kediri dan Persikmania

Pintu Harmonika Untuk Keamanan Properti Anda

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Pintu Harmonika Untuk Keamanan Properti Anda. Banyak orang yang menyadari tentang betapa pentingnya keamanan hunian, kantor, kios, toko serta pabrik mereka. Banyak dari mereka membutuhkan solusi keamanan terbaik untuk melindungi aset-aset / inventaris mereka dari tindak kejahatan pencurian.

Oleh karena itu kini mereka percaya pada pilihan keamanan yang paling relevan, yaitu: Pintu Harmonika yang merupakan salah satu pilihan keamanan yang terkemuka dan telah berkembang sejak Indonesia Merdeka. selama kontruksi bangunan hunian, rumah toko, perkantoran serta pabrik maka mereka memastikan untuk melengkapinya dengan Pintu Harmonika / Folding Gate terbaik.

Kenyamanan serta aspek keamanan yang ditawarkan oleh Pintu Harmonika / Folding Gate kini yang telah didukung dengan desain-desain yang menarik serta tidak lepas dari aspek keindahan suatu bangunan tersebut banyak dari mereka yang telah mempercayai Pintu Harmonika menjadi pintu utama mereka dimana pintu ini pun tidak memakan ruang yang cukup banyak saat Pintu Harmonika dibuka.

Pintu Harmonika dalam proses pemasangannya juga cukup mudah serta dapat menjadi pintu yang tepat terhadap bangunan yang memiliki ruang sempit. Pintu Harmonika juga memiliki manfaat utama lainya, meliputi sebagai pengaman suatu bangunan terhadap tindak kejahatan pencurian, menjadikan bangunan yang memiliki ruang yang memadai terlihat megah / luas dan Pintu Harmonika ini menjadi solusi keamanan dalam aspek penguncian baik manual ataupun kunci secara otomatis untuk mengamankan bangunan Anda.

Dibandingkan dengan pintu biasa yang hanya terdapat kunci dan gagang pintu tradisional untuk mengamankan bangunan mereka maka akses pencuri itu akan menjadi lebih mudah karena hanya dengan mematahkan dan mencongkel rumah pintu maka pencuri akan mudah untuk menguras barang-barang Anda, akan tetapi dengan Pintu Harmonika untuk bangunan Anda maka bangunan Anda terhindar dari ancaman-ancaman seperti itu.

Kami CV.Unggul Jaya Malang sebagai produsen / fabrikasi Pintu Harmonika / Folding Gate telah memproduksi Pintu Harmonika Murah yang terbuat dari bahan kualitas terbaik dengan memadukan konsep-konsep desain yang menarik serta dengan tidak keluar dari konsep dasar Pintu Harmonika sebagai pintu pengaman yang akan mampu melindungi setiap aset Anda dari segala jenis ancaman pencurian. Untuk info lebih detail hubungi : Bpk.Ananda – 0816555963
Baca Selengkapnya ...

Sosok Eni Lestari, TKI Kediri Yang Pidato di PBB

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Banyak yang tidak tahu jika aktivis buruh migran yang berpidato di hadapan 32 negara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah tenaga kerja wanita (TKW) asal Kediri, Jawa Timur. Kita patut berbangga terhadap wanita lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini, ternyata dipercaya sebagai wakil buruh sedunia untuk menyampaikan suaranya di hadapan para pemimpin negara peserta konferensi PBB.

Di rumah orangtuanya di Desa Baye, Kecamatan Minggiran, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Eni Lestari Andayani Adi hidup layaknya anak-anak di desa. Namun di pertemuan tingkat dunia setaraf konferensi PBB, Eni mewakili buruh migran internasional.

Eni adalah putri pertama pasangan Adi Pramono dan Sumasri. Setelah lulus SMA pada 1999, Eni meninggalkan kampung halamanya untuk mengadu nasib menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong. Selain bekerja, Eni rajin membantu sesama TKI yang mengalami kesulitan dengan majikannya di tanah rantau.

Nyatanya, keluarga Eni di Kediri tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Eni menjadi aktivis. Meski begitu, setiap pulang ke Tanah Air, Eni bercerita tentang kesibukannya tersebut.

Di Hongkong, Eni aktif dalam berbagai organisasi buruh migran. Ia menjadi pemimpin International Migrants Alliance (IMA), yaitu sebuah aliansi formal buruh migran yang diinisiasi di Hong Kong. IMA beranggotakan 120 organisasi buruh migran dari 19 negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Berkat aktivitasnya di IMA, Eni diundang berpidato dalam sesi pembukaan KTT PBB tentang migran dan pengungsi, High Level Summit on Migrant’s and Refugees ke-71 di New York, Amerika Serikat pada 19 September 2016. Dalam forum tersebut, Eni bicara soal kondisi buruh migran di dunia. Tidak hanya itu, Eni juga berharap lahir undang-undang yang benar-benar bisa melindungi dan memanusiakan kaum buruh.
Baca Selengkapnya ...

Menikmati Water Park Kediri Yang Sepi

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Menikmati liburan di Kediri, tidak lengkap jika tidak mengunjungi Kediri Water Park, sebuah wisata air yang terletak di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Tempat ini akan membuat pikiran dan tubuh Anda segar dengan percikan airnya yang jernih.

Dari Kota Kediri lokasi berjarak kurang lebih 20 kilometer. Perjalanan melintasi area persawahan, hutan kecil dan permukiman desa. Terletak di kaki Gunung Wilis lengkap dengan angin gunung dan lebatnya pepohonan membuat udara di kawasan wisata ini senantiasa sejuk.

Ada dua seluncur lurus dengan warna berbeda di wahana air ini. Posisinya berdampingan. Satu seluncur disediakan untuk mereka yang gemar melesat berpasangan. Pengelola wisata menyediakan ban berdesain dua lubang. Model couple dengan posisi depan belakang ini bisa untuk pasangan ayah dan anak, kakak-adik, suami istri atau kekasih yang suka meluncur bersama sama.

Seluncur lurus di sebelahnya khusus untuk “penyendiri”. Si “individualis” ini biasanya berkelebat tanpa teman dan ban. Sendiri bebas merdeka memekik histeris sekeras kerasnya. Tak heran suasana di seluncur ini selalu riuh. Di kolam “matras” pengelola menempatkan sejumlah ban ukuran lebih besar di pinggir kolam yang menghadap langsung kearah mulut papan luncur.

“Bertamasya ke water park ini kurang afdol kalau tidak menjajal seluncurnya,” tutur Dewangga, 25 warga Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Tidak hanya sekali. Ada pengunjung yang berkali kali menguji berani. Tentu kecuali pemilik riwayat pengidab penyakit jantung.

Water slide berdesain lurus yang mampu memaksa setiap penjajalnya berteriak histeris itu belum seberapa. Di lokasi wahana air ini masih ada seluncur lain yang sensasinya lebih luar biasa. Panjang seluncur mencapai 206 meter dengan tinggi menjulang 205 meter. Konon karena ukurannya yang melebihi batas wajar itu, ada yang menyebut tempat ini sebagai water slide terpanjang di Asia Tenggara.

Adanya ornamen pendukung seperti arca binatang dan patung bermuka butakala berwarna ngjreng semakin menguatkan imajinasi kerajaan naga. Dibanding di lokasi seluncur track lurus kolam “matras” tempat berakhirnya seluncur super panjang itu lebih lebar. Kolam ini berada di tempat paling rendah.

Bersebelahan dekat mengalir sungai buatan. Dengan menunggang ban bermotif angsa atau ular para remaja dan anak anak bergaya bak pasukan negara air. Sungai buatan ini berhilir di kolam “matras”. Tak jauh dari sana tidak sedikit wisatawan menikmati kolam kaki, kolam terompet, happy together, cangkir tumpah, tsunami buatan, kolam sekoci dan kolam plaza. Selain melebar dengan luas lahan hingga 6 hektare, water park yang pertama kali buka untuk umum tahun 2014 ini juga mengambil posisi berundak dari posisi terendah menuju ke atas.

Untuk mencapai posisi puncak wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri medan bernuansa hiking. Di sepanjang jalan wisatawan akan menjumpai beragam wahana wisata non air. Ada sirkuit gokart yang cukup panjang sekaligus menantang. Di sekitarnya terdapat juga cinema 5 dimensi, Tooter, Gajah Terbang, Bianglala, Space Ball, Kincir Mini, Ontang Anting, Lempar Bola dan Lempar Gelang. Ada juga taman outbound.

Bagi wisatawan yang enggan bersusah payah (jalan kaki), pengelola water park menyediakan angkutan gratis. Mobil isuzu elf lawas full modifikasi. Bagian atas kendaraan hilang. Begitu juga seluruh pintu pintu. Bodi mobil terbuka ini penuh coretan grafiti warna warni. Angkutan wisata ini selalu stand by dengan posisi mengantri rapi. Satu kendaraan berkapasitas maksimal 7 orang penumpang.

Angkutan wisata ini menurunkan penumpang di pemberhentian yang berada di kolam puncak, yakni sebuah kolam khusus untuk berenang. Konstruksinya oval tidak sempurna dengan kedalaman lebih dari dua meter. Keramik dinding berwarna serba biru membuat kolam ini bernuasa biru. Pada bagian tepi kolam bersimpuh arca batu putri duyung memangku kendi.

Pucuk kendi itu mengucurkan air yang jatuh ke dalam kolam. Arca berukuran lumayan besar ini berada melingkar dengan jarak tertentu. Tak jauh dari kolam menjamur gazebo gazebo desain bangunan adat yang berbahan kayu kelapa.

Setelah puas bermain air, sebelum pulang para wisatawan biasanya mampir ke replika Colloseum. Selain bangunan yang berbentuk tribun besar setengah lingkaran, di lokasi juga terdapat arca berukuran raksasa. Salah satunya adalah patung Gajah Ganesa, putra Dewa Siwa dan Parwati yang mengusung semiologi dewa ilmu pengetahuan. Dari posisi ini setiap wisatawan bisa mendapat view pemandangan wahana water park secara utuh.

Di sana juga ada jalan setapak semacam pedestrian dengan nuansa tembok raksasa China. Diva Putri, 18 salah seorang wisatawan asal luar Kediri menuturkan bahwa obyek yang ada lumayan memuaskan untuk wisatawan keluarga. Setidaknya bisa menjadi alternatif tamasya bagi warga eks Karsidenan Kediri yang merasa kejauhan berwisata ke Jatim Park di Kota Wisata Batu atau Paciran Lamongan.

“Hanya saja sistem pembayaran yang semuanya memakai deposit kartu semacam ATM itu yang justru membuat ribet. Harusnya semua transaksi tetap menggunakan cara umum dengan uang tunai. Justru lebih memudahkan pengunjung,” tutur Diva.

Untuk sekali masuk ke lokasi wisata Kediri Water Park setiap wisatawan harus membayar tiket seharga Rp45.000 untuk wahana air dan non air. Kemudian Rp35.000 khusus untuk wahana air. Tarif ini berlaku untuk hari Selasa—Jumat. Sedangkan tarif untuk weekend (Sabtu—Minggu dan tanggal merah) Rp69.000 untuk wahana air dan wahana non air. Sedangkan hanya wahana air Rp49.000. Salah seorang petugas wisata mengatakan bahwa tingkat kunjungan tertinggi berlangsung pada weekend dan tanggal merah.
Baca Selengkapnya ...

Perakit TV Dari Barang Bekas Masuk Istana

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Muhammad Kusrin (42 tahun) perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi tamu kehormatan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Kehadiran pengusaha kecil ini mengisyaratkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak hanya memberikan perhatian terhadap industri berskala besar tapi juga industri berskala kecil untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras Kusrin dalam usahanya merakit televisi dengan dibantu istrinya Siti Aminah (43).

"Tadi bapak Presiden cukup terkejut ya. Ternyata produk yang dibuat oleh mas Kusrin ini dari sisi profesional sudah menjadi standar untuk bisa di komersilkan gitu," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.

Melihat sisi kreatifitas dan semangat kerja keras dari Kusrin, Presiden Jokowi menurut Johan Budi, memberikan uang pribadi Presiden kepada Kusrin sebagai tambahan modal.

"Jadi dalam kesempatan yang sama juga. Secara pribadi bapak Presiden memberikan bantuan tambahan modal ke mass Kusrin. Karena melihat bagaimana effort mas Kusrin dalam memproduksi (televisi) dari bahan daur ulang," lanjutnya.

Sementara itu ‎Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan produk televisi karya Kusrin ini telah diberikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dari kementerian perindustrian.

"Jadi memang kami kementerian Perindustrian telah ikut membina sehingga apa yang dilakukan oleh pak Kusrin ini secara legal dan secara industri itu telah betul-betul layak dijual ke konsumen. Dan SNI yang sudah di dapat itu memang yang sudah ditunggu-tunggu mas Kusrin," kata Saleh Husin.

Saleh Husin menambahkan, televisi rakitan dari barang bekas karya Kusrin ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, di pelosok kabupaten hingga desa yang ingin juga menyaksikan siaran televisi.

"Produk ini memang dari komputer-komputer bekas yang didaur ulang dengan keahlian mas Kusrin menjadi suatu produk yang bernilai tinggi. Dan memang mempunyai segmen pasar tersendiri dan tidak bersentuhan dengan produk-produk pabrikan. Pangsa pasarnya kelas bawah. Ini per unitnya dijual Rp 400 sampai 500 ribu. Dan beliau bisa menjual per hari bisa 150 unit," kata Saleh Husin.

Kepada wartawan Kusrin mengatakan akan memperlus pangsa pasar di luar kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Kusrin juga memastikan akan memproduksi televisi layar datar.

"Ya saya minta tolong sama bapak Presiden agar merk saya ini dipatenkan. Kita rencana pasarkan di jawa timur, Jogjakarta dan Jawa Barat. Sebulan kita produksi sekitar 4000 sampai 5000 unit. Rencana juga layar datar, bahan bakunya sudah ada tinggal merakit saja. Tapi permintaan masyarakat kabupaten Karanganyar sekitarnya masih televisi layar tabung," kata Muhammad Kusrin.

Menperind Saleh Husin memastikan, Pemerintah akan terus memberi perhatian terhadap industri rumahan seperti televisi rakitan karya Kusrin ini agar mampu hadir sejajar dengan produk luar negeri yang selama ini menguasai pasar dalam negeri.

"Kami juga akan melakukan pembinaan agar nanti kedepannya beliau nanti akan mempunyai produk dengan merk tersendiri sehingga nilai jual nya akan lebih meningkat. Kan selama ini bapak Presiden memberikan perhatian terhadap usaha-usaha kecil seperti ini. Dan ini memang layak dibina diarahkan supaya orang-orang semacam mas Kusrin ini yang mempunyai kreatifitas yang tinggi ini betul-betul terarah sehingga produk-produk yang dibuat ini dapat terlindungi oleh konsumen juga," jelas kata Memperind Saleh Husin.

Muhammad Kusrin perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah ini, sebelumnya ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial karena usaha kreatifnya merakit televisi yang ia namai ‘Maxreen’ (singkatan dari mas kusrin), dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca Selengkapnya ...

Akhirnya Kampus 3 UB Mulai Dibangun di Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Warga Kota Kediri, Jawa Timur menyambut antusias dimulainya pembangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya (UB) di Kota Kediri. Lokasi kampus ini berada di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sambutan masyarakat terlihat dari hadirnya perwakilan masyarakat yang berjumlah ratusan. Para undangan ini memenuhi tenda tempat acara seremonial dimulainya pembangunan Kampus 3 UB Kota Kediri, Jumat (19/8/2016).

Sebelumnya warga Kelurahan Mrican malahan telah bergotong royong membersihkan jalan akses masuk ke lokasi kampus UB. Pembangunan kampus yang sempat tertunda 5 tahun ini disambut penuh suka cita.

Nur Imam (50) salah satu tokoh masyarakat mengaku sangat bersyukur pembangunan kampus 3 UB dapat direalisasi.

"Kami sudah berjuang sejak 2011 tapi realisasinya baru tahun ini," ungkapnya.

Keberadaan kampus 3 UB diharapkan bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar kampus.

"Direalisasinya pembangunan kampus ini bakal terus dikenang anak cucu dan seluruh masyarakat di Kediri," ungkapnya.

Nur Imam mengharapkan proyek pembangunan kampus berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan.

"Ini cita-cita dan mimpi masyarakat yang dapat teralisasi," ungkapnya.

Kepala Dinas PU Kota Kediri Ir Kasenan menjelaskan, pemenang lelang proyek ini PT Duta Karya Perkasa dari Bali.

"Pada 29 Juli kami sudah tanda tangan kontrak dengan PT Duta Karya Perkasa dan hari pembangunan dimulai," jelasnya.

Bangunan kampus 3 UB Kota Kediri tahap pertama ini berupa bangunan bertingkat 3 dengan ukuran 54 x 30 m2. Lantai bawah dan atas untuk ruang fakultas, ruang perkuliahan, ruang TU, ruangan dosen dan mushola.

"Anggaran pembangunan kampus ini mencapai Rp 18 miliar lebih," jelasnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebutkan, keberadaan kampus 3 UB semakin memudahkan masyarakat meneruskan kuliah.

"Untuk kuliah ke UB tidak harus ke Malang, tapi cukup di Kota Kediri," jelasnya.

Bagi Kota Kediri keberadaan kampus 3 UB akan mengangkat perekonomian masyarakat. Karena masyarakat dapat membuka tempat kos-kosan dan warung makanan serta jasa lainnya.

"Kami berharap masyarakat tidak menjual tanahnya," ujarnya.

Baca Selengkapnya ...

Mochamad Anton, Sosok ‘Ahok’ dari Kota Malang

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Nama Mochamad Anton mungkin belum familiar terdengar di telinga masyarakat umumnya. Namun tidak bagi masyarakat Malang, Jawa Timur. Sosok Anton, begitu ia disapa, nyatanya tidak bisa dilepaskan dari Kota Malang. Di tangannya, pembangunan Kota Malang berjalan cukup pesat.

Ya, saat ini Anton menjabat sebagai Walikota Malang setelah terpilih dalam Pilkada pada 2013 lalu. Karena ‘tangan dinginnya’ membangun Kota Malang, ia pun disebut sebagai sosok 'Ahok' Kota Malang. Bukan hanya karena gebrakannya dalam memimpin, melainkan berasal dari etnis yang sama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Tionghoa.

Anton, begitu ia akrab disapa, yang beragama Islam dan sudah menyandang gelar Haji bukan berasal dari keluarga kaya. Sebelum terjun ke dunia politik, Anton pernah menjalani hidup sebagai pengusaha kecil-kecilan. Ia pernah menjadi pedagang kue, pedagang sembako, bahkan menjadi sopir. Semua dia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Bangku kuliah Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan sempat dia rasakan di Surabaya. Tetapi, kuliahnya hanya sampai semester enam lantaran dia harus bekerja.

Hidup Anton mengalami perubahan saat bertemu dengan seseorang dari Jakarta pada 1998. Orang tersebut meminta Anton mencarikan tetes, limbah pengolahan tebu.

Kala itu, tetes tebu belum menjadi komoditas yang diminati banyak pengusaha lantaran dianggap sebagai kotoran. Anton pun menyanggupi permintaan tersebut.

Dengan semangat pantang menyerah, Anton berhasil mendapat pasokan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang. Dia lantas mengirim tetes tebu tersebut dari Malang menuju Jakarta dengan harga Rp 150.000 per ton.

"Saat itu saya mampu mengirimkan 3.000 tok dengan omzet raturan juta," ungkap Anton, seperti dilansir merdeka.com.

Saat itu, Anton hanya menjadi perantara. Melihat potensi bisnis tetes tebu begitu menggiurkan, Anton memutuskan beralih dari perantara menjadi pemasok utama tetes tebu ke pabrik penyedap rasa.

Dia tidak lagi mengandalkan tetes tebu dari satu pabrik gula saja. Anton lantas mendatangkan tetes tebu dari sejumlah pabrik gula yang terletak di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dengan jumlah pengiriman 300.000 ton per tahun.

Anton menyadari usahanya tidak akan bisa berjalan jika tidak ada petani tebu. Untuk itu, dia lalu menjalin sinergi dengan memberikan pembinaan terhadap 10.000 petani tebu yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Keberhasilan usaha itu membuat Anton berniat terjun dalam pertarungan perebutan kursi Malang 1. Meski banyak yang meragukan kemampuannya lantaran berlatar belakang pengusaha, Anton tetap optimis ingin membangun Malang menjadi kota yang lebih baik.

Anton kemudian terpilih menjadi Walikota bersama pasangannya, Sutiaji, mengalahkan pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo serta Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko. Banyak yang terkejut dengan kemenangan Anton.

Terpilihnya Anton membuka lembaran baru sejarah birokrasi Kota Malang. Dia adalah satu-satunya Walikota Malang yang berasal dari etnis Tionghoa.
Baca Selengkapnya ...

Rencana Pembangunan Bandara Kediri Siap Diteruskan

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Keputusan Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk membangun dua bandara di Madura dan Malang tak membuat Pemerintah Kabupaten Kediri surut. Kabupaten Kediri akan tetap memperjuangkan pendirian bandara di Kediri sesuai studi kelayakan yang dikantongi, Selasa, 15 Maret 2016.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan mengatakan pemerintah Kediri akan tetap memperjuangkan pendirian bandara seperti yang telah direncanakan sejak tahun 2012 lalu. Pemerintah bahkan telah menyiapkan lahan khusus yang cukup besar di sebelah timur monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang didesain menjadi pusat aktivitas bisnis. “Kita akan tetap memperjuangkan bandara di Kediri,” kata Haris.

Haris mengatakan pendirian bandara di Malang dan Madura yang menjadiprogram Pemerintah Propinsi adalah wewenang GubernurSoekarwo sepenuhnya. Pemerintah tentu memiliki pertimbangan sendiri mengapa mendirikan bandara di wilayah itu.

Namun pendirian dua bandara tersebut tak akan menyurutkan niat Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mendirikan bandara sendiri. Sebab hasil studi kelayakan yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan besarnya manfaat bandara di wilayah eks-karisidenan Kediri seperti yang disampaikan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Hasil kajian kelayakan Kediri menyebutkan jumlah calon penumpang pesawat udara di dari Kediri dan kota sekitarnya sangat besar. Selama ini mereka kerap mengeluhkan sulitnya akses udara yang harus menuju Surabaya terlebih dulu. Padahal intensitas perjalanan udara mereka cukup tinggi. Calon penumpang itu selain dari Kediri juga berasal dari Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Jombang dan kota-kota lain yang kesulitan menjangkau bandara Juanda di Sidoarjo maupun Abdulrahman Saleh di Malang. “Tentu sekarang jumlah animo penumpangnya lebih besar,” kata Haris.

Tak hanya itu, aktivitas bisnis dan transportasi barang akan lebih cepat menjangkau wilayah karisidenan Kediri jika memiliki bandara sendiri. Karena itu jika mendapat izin dari pangkalan TNI AU di Magetan, Kabupaten Kediri siap membangun bandara kelas internasional dengan lintasan lebih panjang dari Juanda. Ini lantaran kawasan areal yang disiapkan lebih besar dari Juanda.

Seperti diberitakan Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan akan menambah dua bandara di Kabupaten Malang danMadura. Setelah mengantongi kajian kelayakannya, Soekarwo menyatakan pemerintah pusat akan membantu pembiayaan pembangunannya. Menurut Soekarwo bandara Purboyo yang dibangun di lahan milik TNI AL di Kecamatan Bantur akan mengintegrasikan moda transportasi di jalur lintas selatan Jawa Timur yang diperkirakan selesai tahun 2019.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak juga mengungkapkan pendirian dua bandar udara di Malang dan Madura dinilai tak menyelesaikan persoalan transportasi udara wilayah barat daya Jawa Timur. Sebab jalur penerbangan pesawat dari Bandara Purboyo tersebut bukan melintasi wilayah selatan ke barat, namun belok ke timur terus naik ke utara sebelum kembali lewat jalur Surabaya – Jakarta. Rute tersebut menghindari wilayah udara eks-Karisidenan Kediri yang masih terisolir oleh jalur pesawat tempur. Sehingga keberadaan bandara itu tidak menyelesaikan persoalan transportasi udara di wilayah barat daya Jawa Timur.
Baca Selengkapnya ...

BI Proyeksi Inflasi Kota Kediri Bakal Melesat

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Bank Indonesia memproyeksi inflasi Kota Kediri tahun ini 3,8% plus minus 1, terakselerasi dari tahun lalu yang melaju 1,7%, karena permintaan kembali bergeliat setelah melemah. Inflasi 2015 merupakan yang terendah setidaknya dalam kurun 2009-2015.

Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto menuturkan konsumsi di Kota Kediri sempat terpengaruh oleh ketidakpastian ekonomi di level nasional. Meskipun demikian, kata dia, inflasi di wilayah itu sebenarnya didominasi oleh pergerakan harga pangan bergejolak (volatile foods) ketimbang inflasi inti.

Adapun penurunan harga barang yang diatur pemerintah (administered price), seperti BBM dan tarif listrik, diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.

"Lagipula, moda transportasi di kota ini hanya kereta dan bus, jadi (inflasi) relatif terkendali," ujarnya, baru-baru ini.

Bank sentral mengestimasi El Nino bukan risiko yang besar bagi produksi pangan di Kediri dan sekitarnya.

(sumber: bisnis.com)
Baca Selengkapnya ...

Kapan Kota Kediri Lepas Ketergantungan Pada GG

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Perkembangan ekonomi Kota Kediri benar-benar sangat bergantung pada keberadaan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Sekitar 70% produk domestik regional bruto (PDRB) kota itu disumbang oleh aktivitas produsen rokok kretek terkemuka di Tanah Air itu.

Mengutip dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016, PDRB atas dasar harga konstan Kota Kediri pada 2011 tanpa Gudang Garam hanya Rp7,2 triliun; lalu Rp7,6 triliun pada 2012; Rp7,9 pada 2013 (angka sementara); Rp8,2 triliun-Rp8,3 triliun pada 2014 (angka sangat sementara); dan Rp8,5 triliun-Rp8,7 triliun pada 2015 (angka sangat sementara).

Sementara dengan perusahaan milik taipan Susilo Wonowidjojo itu, PDRB atas dasar harga konstan selama 2011-2015 berturut-turut senilai Rp23,7 triliun; Rp25,5 triliun; Rp27,1 triliun (angka sementara); Rp28,6 triliun-Rp29,2 triliun (angka sangat sementara); dan Rp30,1 triliun-Rp31,3 triliun (angka sangat sementara).

Adapun tahun ini, PDRB Kota Tahu tanpa Gudang Garam diproyeksi Rp8,7 triliun-Rp9,3 triliun, sedangkan dengan Gudang Garam, PDRB mencapai Rp31,6 triliun-Rp33,8 triliun.

Dalam dokumen itu, Pemkot mengakui dominasi industri pengolahan dalam struktur ekonomi Kota Kediri akan terus berlangsung dalam beberapa tahun mendatang sejalan dengan keberadaan pabrik rokok sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) Gudang Garam.

Sementara itu, jika ditilik dari pertumbuhan ekonomi, laju ekonomi Kota Kediri makin melambat sejak 2012 hingga sekarang 2016. Perlambatan itu kian tajam jika aktivitas Gudang Garam dikeluarkan dari perhitungan.
Baca Selengkapnya ...

BI : Ingin Maju, Kediri Mesti Pacu Sektor Jasa

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Bank Indonesia memandang Kota Kediri lebih baik mengejar pertumbuhan sektor jasa ketimbang mengandalkan industrialisasi di sektor pengolahan.

Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto berpendapat, dengan hanya mencakup tiga kecamatan seluas 14,9 km2, Kota Kediri akan sulit menampung kegiatan manufaktur baru kendati upah minimum kota itu relatif rendah di Jatim, yakni Rp1,5 juta per bulan tahun ini.

Di sisi lain, bergantung hanya kepada PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan dua pabrik gula di bawah PTPN X, yakni PG Meritjan dan PG Pesantren Baru, sulit membuat ekonomi Kota Tahu terakselerasi.

"Lebih baik kembangkan saja sektor jasa. Bisa pendidikan, kesehatan, perhotelan, perdagangan. Kalau industri, lahannya tidak ada," kata Djoko kepada Bisnis, Kamis (10/3/2016).

Menurutnya, pengalaman Kota Malang dan Purwokerto (Jawa Tengah) mengembangkan jasa pendidikan melalui pendirian perguruan tinggi membuat kedua kota lebih dinamis dan mempunyai prospek pertumbuhan positif. Kedua kota merasakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari rumah kos dan tempat makan yang menjamur hingga kemunculan hotel-hotel baru.

Pada saat yang sama, tutur Djoko, Kota Kediri harus bersinergi dengan kabupaten/kota di sekitarnya yang memiliki keunggulan komparatif lain. Dalam kacamata bank sentral, Kota Kediri dan Kota Madiun baik untuk pengembangan jasa.

Sementara itu, Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Ngawi, cocok untuk industri pengolahan. Adapun Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, dan Ponorogo, baik untuk pertanian dan pariwisata.

"Orang boleh saja berwisata ke Blitar atau ke Trenggalek, tapi nginepnya harus di Kediri. Itu yang harus dipikirkan pemda," ujarnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik Kota Kediri, sumbangan terbesar produk domestik regional bruto 2014 (data terakhir BPS Kota Kediri) yang senilai Rp69,2 triliun berasal dari industri pengolahan, yakni mencapai 80,1%.

Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul dengan kontribusi 10%, diikuti informasi dan komunikasi 2,4%, konstruksi 1,9%, dan penyediaan akomodasi dan makan minum 1,5%. Adapun 12 sektor lainnya masing-masing menyumbang kurang dari 1%.BPS pun mencatat selama 2010-2014, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri cenderung melemah, khususnya pada lapangan usaha yang dikuasai sebagian besar masyarakat (PDRB tanpa industri tembakau), yakni dari 7,5% pada 2010 menjadi 4,7% pada 2014.

Adapun secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri terakselerasi dari 3,8% pada 2010 menjadi 5,8% pada 2014. Adapun Pemkot Kediri dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016 menyatakan sektor industri menjadi penyumbang PDRB terbesar karena keberadaan Gudang Garam, sekalipun sektor itu hanya menyerap 987 tenaga kerja pada 2013, berada di urutan keempat setelah sektor jasa, PHR, pengangkutan, dan pertanian.

Kendati demikian, Pemkot membantah Gudang Garam menjadi penentu pertumbuhan ekonomi Kota Kretek.

"Tingkat pertumbuhan perekonomian Kota Kediri dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan, baik itu dengan adanya PT Gudang Garam maupun tanpa adanya PT Gudang Garam," tulis Pemkot dalam Indikator Makro Pembangunan Daerah yang diunggah ke website resminya.

Pemkot menyebutkan pertumbuhan ekonomi dengan adanya Gudang Garam melaju dari 0,25% pada 2005 menjadi 7,1% pada 2010. Adapun tanpa Gudang Garam, ekonomi kota itu tumbuh dari 4,3% pada 2005 menjadi 7,2% lima tahun kemudian.
Baca Selengkapnya ...

Kampus Kampus Unggulan Kebanggaan Indonesia

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kuliah di luar negeri masih menjadi dambaan pelajar Indonesia. Sistem pendidikan yang lebih maju, suasana sekolah yang mendukung, serta kualitas pengajar menjadi beberapa alasan sekolah di luar negeri jauh lebih menarik ketimbang di Tanah Air.

Padahal, Indonesia sendiri memiliki banyak kampus unggulan yang tidak kalah baik kualitasnya dengan universitas di luar negeri. Contohnya beberapa kampus berikut ini yang terbukti banyak mencetak lulusan sukses di berbagai bidang.

1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
ITB merupakan salah satu perguruan tinggi Indonesia yang unggul di bidang teknik sejak berdiri pada 2 Maret 1959. Tahun ini ITB menjadi perguruan terbaik di Indonesia versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemristekdikti) dilihat dari beberapa indikator yaitu kualitas SDM, manajemen, penelitian dan publikasi, hingga kegiatan mahasiswa.

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Berada di Kota Pelajar Yogyakarta, UGM menjadi salah satu universitas yang didambakan banyak calon mahasiswa. Berdasarkan statistik, jumlah pendaftar di kampus ini setiap tahunnya selalu meningkat. Bahkan pada 2015 ada 231.929 lulusan SMA/sederajat mendaftar ke UGM padahal daya tampungnya hanya 6.942 mahasiswa. Menurut pemeringkatan perguruan tinggi di Kemristekdikti UGM menduduki urutan kedua.

3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut ini menyediakan berbagai fakultas dan jurusan yang berhubungan dengan pertanian secara luas. Dengan motto "Mencari dan Memberi yang Terbaik", IPB memiliki segudang mahasiswa berprestasi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kampus nomor tiga di Indonesia menurut Kemristekdikti tersebut juga menghasilkan lulusan yang mumpuni, baik di bidang pertanian maupun di luar pertanian.

4. Universitas Indonesia (UI)
Baru-baru ini UI masuk dalam daftar 200 perguruan tinggi terbaik dunia versi Times Higher Education BRICS & Emerging Economies Rankings 2016, yakni di peringkat 171. UI juga dikenal mampu mencetak lulusan yang bekerja di berbagai perusahaan ternama. Tak heran, peminat kampus yang berlokasi di Depok dan Salemba untuk Fakultas Kedokteran ini selalu berlimpah, baik di jenjang sarjana, master, maupun doktor.

5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Berada di peringkat kelima universitas terbaik versi Kemristekdikti 2015. ITS memiliki visi menjadi perguruan tinggi dengan reputasi internasional dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kampus ini setidaknya memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), serta Fakultas Teknologi Informasi (FTIF).

6. Universitas Brawijaya (UB)
Berlokasi di Malang, berdasarkan data per Januari 2015 UB memiliki total 59.469 mahasiswa. Kampus ini memiliki banyak mahasiswa berprestasi. Tahun ini, UB bahkan menjadi juara umum di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa (Pimnas) 2015 yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo (UHO) di Sulawesi Tenggara.

(okezone)
Baca Selengkapnya ...

APBD 2015 Kediri Telantarkan Mutu Pendidikan

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Pembahasan dan Penetapan APBD 2015 Pemerintah Kabupaten Kediri oleh Badan Anggaran Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri telah usai namun di duga dalam penetapannya itu masih tampak banyak celah pelanggaran di dalamnya.

Dari sejumlah informasi dan data dihimpun, dugaan celah pelanggaran penyusunan APBD 2015 Kabupaten kediri terletak pada sektor anggaran fungsi pendidikan. Berdasarkan pasal 49 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan, ditegaskan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan wajib dialokasikan sebesar 20 % dari total APBD.

Namun dalam penyusunan APBD 2015 Kabupaten Kediri anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan terlihat dalam kisaran 2,76 % atau sekitar Rp 65 miliyar dari total belanja daerah sebesar Rp 2,3 triliyun. Dari kondisi itu maka dapat dikatakan sangat jauh “melenceng” dari Undang – Undang yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia tentang (Sisdiknas) sistem pendidikan di Indonesia.

Menurut Wahyu Eko Yulianto dari Forum Kajian dan Studi Mahasiswa Kediri (FK-SMK) pihaknya kurang sepakat maupun sependapat atas kebijakan Pemerintaah Kabupaten Kediri yang diperkirakan hanya mengalokasikan 2,76 % dana untuk pendidikan.

Sejauh ini sesuai harapan Pemerintah Indonesia saat ini sangat gencar mencanangkan peningkatan mutu pendidikan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dan mampu bersaing dalam Asean Economic Comunity (AEC).

” Sebagai mahasiswa saya tidak sepakat dengan kebijakan tersebut,” tandasnya.

Dan jika pelanggaran dalam APBD 2015 Kabupten Kediri ini di biarkan maka akan bisa menghambat sistem pendidikan di Kabupaten Kediri dan menghalangi program pencanangan peningkatan mutu pendidikan yang sedang digalakkan Pemerintah Indonesia. Pihaknya juga merasa kecewa atas dugaan pelanggaran sistemik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam penyusunan APBD 2015. Apalagi di Sektor Pendidikan yang diduga banyak pelanggaran dalam pembiayaannya meski sektor pendidikan menjadi cikal bakal masa depan Indonesia.

“Kami sangat kecewa atas pelanggaran sistemik dari Pemerintah Kabupaten Kediri dalam penyusunan APBD 2015, apalagi pelanggaran itu dilakukan pada sektor pendidikan. Kami menganggap bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri tidak mengapresiasi apa yang kami lakukan selama ini dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Kediri. Meskipun yang kami lakukan selama ini bersifat Informal”,tambahnya dengan nada kecewa (8/1/15).

Sementara itu Haris Setiawan Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri dikonfirmasi terkait pos anggaran pendidikan di APBD 2015 melalui ponselnya tidak ada respon dan melalui pesan singkat hingga saat ini belum ada jawaban. (Cb/Pd)
Baca Selengkapnya ...

Kediri Bercahaya Program Menutup Rasa Malu

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Ribuan Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Kediri menggunakan listrik curian. PLN sedikitnya mendata ada 2.600 titik PJU yang diduga mencuri. Atas temuan tersebut mulai tahun depan Pemkot Kediri menggulirkan program Kediri bercahaya untuk mencegah maraknya PJU illegal.

Untuk menutupi rasa malu Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8 miliar, untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum. Langkah itu menyusul tingginya aksi pencurian listrik untuk penerangan jalan serta masih banyak perkampungan yang gelap gulita minim penerangan.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri, Didik Catur HP pihaknya akan menerapkan meterisasi untuk setiap penerangan jalan umum.

"Pemasangan meteran untuk mengontrol penggunaan listrik pada penerangan jalan umum sekaligus mencegah aksi pencurian alias penggantolan listrik," terangnya pada wartawan, Kamis sore (30/10).

Sebelumnya PLN menemukan sekitar 2.600 titik PJU ilegal, menggunakan listrik curian yang dipasang oleh kelompok masyarakat. Kondisi itu mengakibatkan banyak peralatan milik PLN rusak dan berdampak distribusi listrik ke pelanggan byar pet.

Sementara data Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Kediri setiap membayar biaya listrik untuk penerangan jalan umum sekitar Rp 6 miliar kepada PLN.

Sesuai rencana program Kediri bercahaya akan mulai dilaksanakan tahun depan. Pendanaan program Kediri bercahaya sekitar Rp 8 miliar yang dianggarkan pada APBD 2015.
(merdeka.com)
Baca Selengkapnya ...

PT.Telkom Pacu Industri Kreatif Digital Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Komunitas IT Kediri (KOMIK), mendapatkan kesempatan istimewa dalam seminar di Broadband Learning center (BLC) Jl.Hayam Wuruk. 45 Kediri. Lantaran Seminar itu, dihadiri langsung EGM PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Divreg V Jatim.

Telkom menilai, hadirnya komunitas ini sangat potensial dalam akselarasi pertumbuhan ekonomi diwilayah itu.

“Ide-ide kreatif biasanya lahir dari sekumpulan komunitas yang punya kepenasaran intelektual tinggi yang kemudian melahirkan inovasi-inovasi. Dan jika inovasi ini kemudian bisa masuk ke inkubasi bisnis, akan bisa menjadi investasi yang dikomersialisasi”. Kata Executive General Manager Telkom Divre V Jawa Timur, Iskriono Windiarjanto

Sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis portofolio TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment, Services), Telkom mempunyai concern tinggi untuk menjadikan ICT sebagai enabler bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, infrastruktur ICT di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur sudah mendukung untuk akses internet kecepatan tinggi (broadband).

Merujuk pada hasil survey dari ITU (International Telecommunication Union), bahwa peningkatan penetrasi broadband sebesar 10% akan berdampak pada GDP sebesar 1,38%, maka Telkom yakin broadband access ini benar-benar akan menjadi competitive advantage. “

Tinggal bagaimana publik memanfaatkan dengan mendevelop konten-konten aplikasi diatas infrastruktur broadband yang sudah tergelar tersebut, seperti di bidang e-commerce, e-tourism, dan e-government” Kata Iskri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (28/10).

Ditambahkan Iskri, Jawa Timur ini adalah propinsi bumi broadband pertama di Indonesia. Dan sebagai bentuk dukungan Telkom bagi Jawa Timur ini adalah Mewujudkan Program Digital Government Services, melalui dukungan percepatan pemanfaatan ICT meliputi Pengembangan Infrastruktur, Aplikasi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Untuk publik, Telkom juga telah membangun 121 WiFi Corner di wilayah Kediri Raya yang meliputi Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek, berupa tempat hang out komunitas yang dilengkapi akses internet kecepatan tinggi sampai 100 Mbps. “Total saat ini di Jawa Timur jumlahnya telah mencapai 920 WiFi Corner ”tambah Iskri.

Dalam Seminar di BLC Telkom Kediri, hadir sebagai pembicara yaituAdryan Fitra yang dikenal sebagai salah satu team sukses kampanye online Jokowi-JK dan pernah mendukung online campaign untuk Barrack Obama.
(antara)
Baca Selengkapnya ...

Nunggak 32 Milyar, Dispenda Kediri Salahkan Leasing

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebanyak 32 ribu wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten dan Kota Kediri yang belum belum membayar pajak. Akbatnya, setoran pajak mengalami penunggakkan sekitar Rp 32 miliar. Tunggakan pajak mulai dari tahun 2012 tersebut, jelas berimbas pada terganggunya pembangunan di Provinsi Jatim.

Pihak Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dispenda Kediri, Jatim, mengakui banyaknya tunggakan pajak di wilayah kabupaten/Kota Kediri dikarenakan beberapa faktor, diantaranya mudahnya pihak leasing memberikan kredit motor pada masyarakat.

Kepala UPTD Dispenda Kediri, Andy Wijaya, saat ditemui lensa Indonesia di ruangannya mengatakan, tunggakan yang terjadi saat ini memang didominasi pajak kendaraan bermotor roda dua. “Banyak penyebab yang terjadi atas tunggakan pajak kendaraan bermotor. Diantaranya karena masyarakat gampang mendapatkan kredit motor, namun pajaknya dilalaikan. Sekarang dengan uang muka Rp 500 ribu saja masyarakat sudah bisa punya motor. Dan biasanya, mereka tidak memikirkan pajaknya pada pemerintah.” ungkapnya serius.

Andy Wijaya juga memberikan contoh perbedaan aturan dan sanksi yang diberikan bagi masyarakat yang terlambat bayar pajak. “Kalau di luar negeri, telat membayar pajak bisa kena sanksi hukuman ataupun sanksi lainya yang bisa membuat jera masyarakatnya. Namun di Indonesia biarpun pajak terlambat, pemerintah hanya memberikan sanksi denda saja,” ulasnya.

Andi juga menambahkan bahwa saat ini pihak UPTD Dispenda Kediri juga telah melakukan program sadar pajak diantaranya dengan cara jemput bola. “Namun kenyataanya, upaya itu belum maksimal,” keluhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya UPTD Dispenda Kediri mempunyai tunggakan pajak pada propinsi Jatim hingga mencapai Rp 32 miliar untuk wilayah Kab/Kota Kediri yang didominasi dari pajak kendaraan bermotor roda dua.

(LensaIndonesia.com)
Baca Selengkapnya ...

ITB : Gunung Kelud Milik Pemkab Blitar

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Polemik kepemilikan Gunung Kelud antara Pemkab Blitar dan Kediri memasuki babak baru. Berdasarkan riset termutakhir Institut Teknologi Bandung (ITB), eks kampus Bung Karno tersebut memastikan bahwa Gunung Kelud berada di wilayah Kabupaten Blitar.

"Riset itu termasuk bukti 15 peta peninggalan Belanda yang semuanya tidak terbantahkan bahwa Kelud berada di kawasan Kabupaten Blitar," ujar juru bicara ITB yang juga dosen Geodesi Heri Andreas, kemarin.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo memutuskan Kelud berstatus quo . Gunung api setinggi 1.731 DPL tersebut ditegaskan bukan milik Pemkab Kediri maupun Pemkab Blitar. Hal itu menyusul adanya opini bertentangan antara Pemkab Blitar dengan Pemkab Kediri terkait kepemilikan Kelud. Bahkan Kabupaten Blitar sempat menempuh gugatan PTUN.

Pemprov Jatim menegaskan status kepemilikan masih menunggu kajian hukum lebih lanjut. Selain ITB, tiga perguruan tinggi negeri lain, kata Andreas juga merekomendasikan hal yang sama. Kendati demikian ia mengakui ada satu sketsa peta Belanda buatan 1840 yang menunjukkan Kelud berada di kawasan Kabupaten Kediri. Namun setelah ditelaah ulang, bukti tersebut tidak akurat. "Setelah dikaji ulang, titik batas bergambar tersebut tidak menunjukkan demikian. Artinya Kelud berada di Blitar, bukan Kediri," katanya.

Dengan bukti yang ada, diharapkan Badan Informasi Geoparsial (BIG) membuat peta geografis yang menggambarkan Kelud berada di wilayah Kabupaten Blitar. "Dan itu harus sesuai dengan Permendagri No 76 Tahun 2012 yang tidak bermuatan politis," katanya.

Menanggapi hal itu Bupati Blitar Herry Noegroho mengatakan bahwa sejak awal Kelud memang berada di wilayah Kabupaten Blitar. Hal itu sesuai dengan data sejarah dan peta Kabupaten Blitar. "Di antaranya peta Perhutani, peta TOPDAM, dan peta peninggalan Belanda di antaranya tahun 1891, 1901, 1928, 1933, dan 1948. Semua menunjukkan bukti Kelud berada di wilayah Kabupaten Blitar," ujarnya.

Sekadar mengingatkan, sengketa kepemilikan Gunung Kelud di antara dua daerah itu berlangsung cukup lama. Kedua daerah juga sama-sama mengeluarkan bukti otentik batas wilayah. Kabupaten Kediri mengeluarkan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) 2003, dengan catatan bahwa garis batas yang berada di daerah yang menjadi sengketa yaitu Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Dalam peta itu, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok dan Desa Karangrejo, Kecamatan Garum di sekitar lokasi gunung dianggap tidak ada. Selain peta RBI, pemkab juga mengeluarkan peta digital. Sementara itu, terkait dengan peta RBI 2001, peta Topdam, dan peta Perhutani untuk menentukan batas wilayah, Pemkab Kediri merujuk pada keterangan Bakorsutanal jika peta itu tidak dapat digunakan untuk menentukan batas daerah.

Pemkab Blitar dalam usaha sengketa batas wilayah bahkan rela datang hingga ke Belanda untuk mencari bukti pendukung, dan mendapatkan 14 peta yang pernah dibuat di era kolonial Belanda. Peta itu dibuat pada 1840 hingga kemerdekaan.

(Solichan Arif/Koran Sindo)
Baca Selengkapnya ...

Pencurian Listrik Rugikan Negara dan Masyarakat

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sedikitnya ada 3 ribu 300 titik penerangan jalan umum atau PJU yang tersebar di Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar serta Kabupaten Tulungagung yang dinyatakan illegal. Aksi pencurian sumber daya listrik besar-besaran ini ditemukan oleh PLN area kediri sejak kurun waktu dua tahun terakhir.

Asisten Manager Transaksi Energi PLN Area Kediri Kardhi mengatakan, aksi pencurian listrik yang dilakukan dengan cara membuat jaringan non prosedural telah merugikan listrik negara dan menganggu kebutuhan dasar listrik masyarakat. Listrik untuk rumah tangga kerap mengalami gangguan disebabkan oleh banyaknya perangkat jaringan rusak karena daya listrik yang tidak stabil.

PJU illegal umumnya menempel pada tiang listrik milik PLN. Pencuri mengambil listrik dari jaringan resmi, untuk alasan penerangan jalan raya. Tetapi aksi tak resmi ini mengakibatkan perangkat jaringan seperti travo mengalami kerusakan.
(Radio Andika)
Baca Selengkapnya ...

Perubahan Klausul, Pembangunan UB Kediri Molor

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

DPRD Kota Kediri menilai molor/batalnya pembangunan kampus Universitas Brawijaya di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri karena ulah Pemerintah Kota Kediri. Sebelumnya pendirian kampus Universitas Brawijaya sudah dipansuskan dan disetujui oleh eksekutif maupun legislatif. Akan tetapi saat akan ditanda tangani muncul surat edaran dari Pemerintah Kota Kediri dengan merubah klausul hibah dari 23 hektar menjadi 15 hektar.

Dengan kondisi tersebut semua pembahasan UB (Universitas Brawijaya) dari awal sampai akhir pun batal demi hukum. Wakil Ketua Komisi C Yudi Ayubchan mengatakan, dengan perubahan luasan lahan yang dihibahkan tersebut otomatis membuat pembahasan di pansus sia-sia.

Menurut Ayub lanjut tidaknya pembangunan Universitas Brawijaya (UB) di Kediri nantinya berada di tangan walikota dan harus dipansuskan lagi. Masyarakat harus memahami dan tidak menuding DPRD yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan seperti sebelumnya.
(Radio Andika)
Baca Selengkapnya ...

PG Pesantren Baru Juara PSSI Kediri 2014

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Pabrik Gula Pesantren Baru sukses mempertahankan gelar Juara Kelas Utama kompetisi internal PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Kota Kediri, dalam laga final yang diadakan Minggu, 19 Oktober 2014 di Lapangan Sepak Bola Brawijaya. Tim Pabrik Gula Pesantren Baru berhasil mengalahkan Tim POP (Persatuan Olah Raga Polresta) Kota Kediri dengan skor 2-0.

Pertandingan disaksikan langsung oleh General Manager Pabrik Gula Pesantren Baru Drs.H. Arifin, MM, para manager, asisten manager dan segenap karyawan untuk memberikan semangat kepada tim kesayangannya. Menurut Arifin, Tim Pabrik Gula Pesantren Baru menjadi juara bukan suatu kebetulan tapi karena selama ini pemainnya berlatih keras dan disiplin mengikuti instruksi pelatih. Terbukti tahun ini kami menjadi jawara lagi, meski mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebut juara.

Tidak hanya sepak bola PG Pesantren Baru yang menunjukkan taringnya, tim futsal, bulutangkis, bola voli, dan tennis lapangan kami sangat diperhitungkan kemampuannnya di wilayah Karesidenan Kediri khususnya dan Jawa timur pada umumnya.

“Semua tim olah raga adalah karyawan Pabrik Gula Pesantren Baru yang selalu kami bina sesuai dengan kemampuannya. Semoga pemain–pemain dari Pabrik Gula Pesantren Baru bisa menjadi pemain nasional, “ pungkas Arifin.
(Uilinanto)
Baca Selengkapnya ...

UMK Kediri Diprediksi Sebesar Rp. 1.325.000,-/bulan

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Dewan Pengupahan Kota Kediri sudah mengirimkan nilai besaran upah minimal Kota Kediri 2015 ke Pemprov Jatim. Namun besaran kenaikan UMK belum disebutkan untuk menghindari terjadinya gejolak.

Namun dari berbagai sumber yang dihimpun Surya Online, besaran UMK Kota Kediri 2015 diprediksi mencapai Rp 1.325.000 per bulan. Jumlah itu naik dibanding UMK 2014 yang hanya Rp 1.165.000 per bulan. Kabag Humas Pemkot Kediri Drs Djawadi saat dikonfirmasi menyebutkan, usulan UMK Kota Kediri jelas ada kenaikan. Namun berapa besarannya kenaikan tersebut tidak usah diekspos dahulu supaya tidak menimbulkan gejolak.

"Pengumuman penetapan UMK Kota Kediri 2015 dilakukan bersama daerah lain akan disampaikan langsung gubernur," ungkap Drs Djawadi, Kabag Humas Pemkot Kediri kepada Surya Online, Rabu (22/10/2014).

Disebutkan Djawadi, penetapan UMK Kota Kediri telah sesuai dengan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Kediri. Survei telah dilakukan di sejumlah pasar tradisional.

"Survei penentuan kebutuhan hidup layak masyarakat ini berdasar parameter dan rumusan yang sudah ditentukan pemerintah. Penetapan UMK juga telah melalui pembahasan di dewan pengupahan," jelasnya.

Diakui Djawadi, proses penetapan UMK Kota Kediri berlangsung cukup alot. Karena penentuan akhirnya harus mengakomodir berbagai kepentingan pengusaha maupun buruh. "Berapa UMK Kota Kediri 2015 tergantung keputusan dari Gubernur Jatim," jelasnua.

Sumber Surya Online menyebutkan, jika mengacu pada hasil survei KHL UMK Kota Kediri diprediksi mencapai sekitar Rp 1.325.000 per bulan. Tahun lalu UMK Kota Kediri mencapai Rp 1.165.000 per bulan. Namun keputusan akhirnya bakal mengacu UMK daerah lainnya.

(sumber:Harian Surya)
Baca Selengkapnya ...