Selamat Datang di Viva Persik
Info Seputar Kediri dan sekitarnya, Persik Kediri dan Persikmania

Pencurian Listrik Rugikan Negara dan Masyarakat

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sedikitnya ada 3 ribu 300 titik penerangan jalan umum atau PJU yang tersebar di Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar serta Kabupaten Tulungagung yang dinyatakan illegal. Aksi pencurian sumber daya listrik besar-besaran ini ditemukan oleh PLN area kediri sejak kurun waktu dua tahun terakhir.

Asisten Manager Transaksi Energi PLN Area Kediri Kardhi mengatakan, aksi pencurian listrik yang dilakukan dengan cara membuat jaringan non prosedural telah merugikan listrik negara dan menganggu kebutuhan dasar listrik masyarakat. Listrik untuk rumah tangga kerap mengalami gangguan disebabkan oleh banyaknya perangkat jaringan rusak karena daya listrik yang tidak stabil.

PJU illegal umumnya menempel pada tiang listrik milik PLN. Pencuri mengambil listrik dari jaringan resmi, untuk alasan penerangan jalan raya. Tetapi aksi tak resmi ini mengakibatkan perangkat jaringan seperti travo mengalami kerusakan.
(Radio Andika)
Baca Selengkapnya ...

Perubahan Klausul, Pembangunan UB Kediri Molor

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

DPRD Kota Kediri menilai molor/batalnya pembangunan kampus Universitas Brawijaya di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri karena ulah Pemerintah Kota Kediri. Sebelumnya pendirian kampus Universitas Brawijaya sudah dipansuskan dan disetujui oleh eksekutif maupun legislatif. Akan tetapi saat akan ditanda tangani muncul surat edaran dari Pemerintah Kota Kediri dengan merubah klausul hibah dari 23 hektar menjadi 15 hektar.

Dengan kondisi tersebut semua pembahasan UB (Universitas Brawijaya) dari awal sampai akhir pun batal demi hukum. Wakil Ketua Komisi C Yudi Ayubchan mengatakan, dengan perubahan luasan lahan yang dihibahkan tersebut otomatis membuat pembahasan di pansus sia-sia.

Menurut Ayub lanjut tidaknya pembangunan Universitas Brawijaya (UB) di Kediri nantinya berada di tangan walikota dan harus dipansuskan lagi. Masyarakat harus memahami dan tidak menuding DPRD yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan seperti sebelumnya.
(Radio Andika)
Baca Selengkapnya ...

PG Pesantren Baru Juara PSSI Kediri 2014

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Pabrik Gula Pesantren Baru sukses mempertahankan gelar Juara Kelas Utama kompetisi internal PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Kota Kediri, dalam laga final yang diadakan Minggu, 19 Oktober 2014 di Lapangan Sepak Bola Brawijaya. Tim Pabrik Gula Pesantren Baru berhasil mengalahkan Tim POP (Persatuan Olah Raga Polresta) Kota Kediri dengan skor 2-0.

Pertandingan disaksikan langsung oleh General Manager Pabrik Gula Pesantren Baru Drs.H. Arifin, MM, para manager, asisten manager dan segenap karyawan untuk memberikan semangat kepada tim kesayangannya. Menurut Arifin, Tim Pabrik Gula Pesantren Baru menjadi juara bukan suatu kebetulan tapi karena selama ini pemainnya berlatih keras dan disiplin mengikuti instruksi pelatih. Terbukti tahun ini kami menjadi jawara lagi, meski mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebut juara.

Tidak hanya sepak bola PG Pesantren Baru yang menunjukkan taringnya, tim futsal, bulutangkis, bola voli, dan tennis lapangan kami sangat diperhitungkan kemampuannnya di wilayah Karesidenan Kediri khususnya dan Jawa timur pada umumnya.

“Semua tim olah raga adalah karyawan Pabrik Gula Pesantren Baru yang selalu kami bina sesuai dengan kemampuannya. Semoga pemain–pemain dari Pabrik Gula Pesantren Baru bisa menjadi pemain nasional, “ pungkas Arifin.
(Uilinanto)
Baca Selengkapnya ...

UMK Kediri Diprediksi Sebesar Rp. 1.325.000,-/bulan

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Dewan Pengupahan Kota Kediri sudah mengirimkan nilai besaran upah minimal Kota Kediri 2015 ke Pemprov Jatim. Namun besaran kenaikan UMK belum disebutkan untuk menghindari terjadinya gejolak.

Namun dari berbagai sumber yang dihimpun Surya Online, besaran UMK Kota Kediri 2015 diprediksi mencapai Rp 1.325.000 per bulan. Jumlah itu naik dibanding UMK 2014 yang hanya Rp 1.165.000 per bulan. Kabag Humas Pemkot Kediri Drs Djawadi saat dikonfirmasi menyebutkan, usulan UMK Kota Kediri jelas ada kenaikan. Namun berapa besarannya kenaikan tersebut tidak usah diekspos dahulu supaya tidak menimbulkan gejolak.

"Pengumuman penetapan UMK Kota Kediri 2015 dilakukan bersama daerah lain akan disampaikan langsung gubernur," ungkap Drs Djawadi, Kabag Humas Pemkot Kediri kepada Surya Online, Rabu (22/10/2014).

Disebutkan Djawadi, penetapan UMK Kota Kediri telah sesuai dengan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Kediri. Survei telah dilakukan di sejumlah pasar tradisional.

"Survei penentuan kebutuhan hidup layak masyarakat ini berdasar parameter dan rumusan yang sudah ditentukan pemerintah. Penetapan UMK juga telah melalui pembahasan di dewan pengupahan," jelasnya.

Diakui Djawadi, proses penetapan UMK Kota Kediri berlangsung cukup alot. Karena penentuan akhirnya harus mengakomodir berbagai kepentingan pengusaha maupun buruh. "Berapa UMK Kota Kediri 2015 tergantung keputusan dari Gubernur Jatim," jelasnua.

Sumber Surya Online menyebutkan, jika mengacu pada hasil survei KHL UMK Kota Kediri diprediksi mencapai sekitar Rp 1.325.000 per bulan. Tahun lalu UMK Kota Kediri mencapai Rp 1.165.000 per bulan. Namun keputusan akhirnya bakal mengacu UMK daerah lainnya.

(sumber:Harian Surya)
Baca Selengkapnya ...

Kejaksaan Bingung Periksa Dugaan Korupsi Ruko Brawijaya

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan ruko Stadion Brawijaya Kota Kediri, Jawa Timur terhambat. Kejaksaan Negeri Kota Kediri sulit memeriksa para saksi, karena banyak penyewa yang kini telah berpindah tangan dan berpindah tempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Amiek Mulandari mengatakan, dari sekitar 50 orang saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun baru belasan orang yang bersedia datang. Hal itu terjadi, karena sebagia besar penyewa sudah berpindah.

"Kami sudah mengirimkan surat panggilan kepada sekitar 50 orang. Mereka adalah para penyewa ruko. Namun yang datang hanya belasan orang, umumnya dari penyewa baru. Sedangkan sebagian besar penyewa lain kini sudah berpindah," kata Amiek Mulandari, Rabu (22/10/2014).

Ruko stadion Brawijaya Kota Kediri sebanyak 66 unit. Seluruh ruko telah disewa oleh sejumlah pihak. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, uang sewa ruko tidak disetor ke Kas Daerah (Kasda). Padahal, pembangunan ruko didanai oleh APBD.

Kejaksaan telah menetapkan mantan Direktur PD BPR Kota Kediri Tri Waspodo sebagai tersangka. Dia adalah orang yang menyewakan ruko-ruko tersebut ke sejumlah pihak.

Berkembang, Kejaksaan menemukan adanya indikasi dugaan penjualan sebuah ruko dilakukan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Saiful Muslimin. Tetapi, proses penyelidikan terhadap Saiful Muslimin urung dilakukan, karena yang bersangkutan saat ini tengah jatuh sakit.

"Ada yang dijual, tapi belum masuk penyidikan. Itu karena pak Saiful Muslimin, sebagai seseorang yang diduga menjual ruko dalam keadaan sakit. Sehingga kami tidak bisa memeriksanya," jelas Amiek Mulandari.

Indikasi jual-beli satu unit ruko oleh Saiful Muslimin, imbuh Amiek dibuktikan dengan temuan akta jual-beli. Sehingga, sesuai prosedur penyelidikan, pihak Kejaksaan seharusnya memintai keterangan baik pihak penjual maupun pihak pembeli.

"Karena ada akte jual-beli, maka secara hukum, siapa yang menjual, siapa yang membeli harus dimintai keterangan. Kalau yang membeli sudah diperiksa, " imbuh Amiek Mulandari.

Pihak Kejaksaan tidak dapat menentukan lamanya waktu penyelidikan dan penyidikan hingga kasus tersebut selesai. Sebab, kata Amiek, serangkaian proses harus dikerjakan secara akurat. Begitu juga dalam memutuskan tersangka, pihaknya, tidak mau gegabah, karena harus didukung oleh dua alat bukti yang sah.

(nng/beritajatim.com)
Baca Selengkapnya ...

OJK Kediri Temukan Kredit Macet Rp 2 Miliar

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menemukan adanya jumlah kredit macet perbankan wilayah Kediri dan Madiun hingga Rp 2 miliar. OJK saat ini sedang mengawasi belasan bank yang sedang mengalami kredit macet tersebut.

Kepala OJK Kediri Bambang Hermanto menegaskan, ada sekitar 12 lembaga perbankan yang mengalami kondisi seret, dengan nilai total kredit macet sebesar Rp 2 miliar tersebut. Kondisi kredit macet beragam mulai 0,1 persen hingga 30 persen.

“Terkait adanya kredit macet di sejumlah perbankan wilayah Kediri dan Madiun ini, OJK melakukan pengawasa ketat terhadap lembaga perbankan yang mengalami persoalan tersebut. Total kredit macetnya hingga 30 persen dari jumlah kredit yang digulirkan,” kata Bambang Hermanto, Selasa (21/10/2014).

Selain kredit macet, imbuh Bambang, OJK Kediri mendeteksi ada bank yang kondisinya oling dalam sirkulasi uang. Kondisi itu ditengarai akibat masalah internal perbankan yang dipicu buruknya manajemen lembaga perbankan.

Diketahui, OJK merupakan lembaga resmi yang berfungsi mengawasi sistem perbankan nasional. Ada 79 lembaga perbankan yang kini dalam pengawasan otoritas jasa keuangan OJK Kediri. Bank-bank itu tersebar di wilayah Kediri dan Madiun.

(nng/but/beritajatim.com)
Baca Selengkapnya ...

Kediri Belajar Tangani Sampah ke Malang

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya
Berbagai upaya dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri, Jawa Timur untuk mengatasi persoalan sampah. DKP mengajak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) belajar tata cara mengelola sampah dengan jalan study banding ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DKP Kota Kediri Endang Kartika mengatakan, study banding bertujuan untuk membuka cakrawala masyarakat dalam mengelola sampah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah upaya yang sudah ditempuh DKP, antara lain, membentuk Kader Bank Sampah, melakuka pembinaan pada masyarakat tentang cara memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

"Kegiatan ini untuk membuka wacana para KSM agar megetahui dikelola seperti apa kedepannya TPS yang ada di kota kediri, sehingga volume sampah di kota Kediri bisa berkurang, dan bagaimana sampah bisa dijadikan berkah untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi warga yang peduli dengan sampah," kata Kabid Kebersihan DKP Kota Kediri Endang Kartika, Selasa (21/10/2014).

Dalam study banding ini, imbuh Endang Kartika, peserta diberikan wawasan untuk ikut berpikir berpikir bersama tentang masalah sampah, bagaimana cara mengolah sampah, memanagemen sampah yang baik sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang baru dalam pengelolaan sampah.

"Jika kita berbicara masalah sampah, ini adalah masalah sosial, jika kita berpikir masalah bisnis sebuah TPST juga tidak akan berhasil, untuk itu harus benar orang-orang yang peduli masalah lingkungan," ungkap Supardi Ketua TPST Mulyoagung.

Menurutnya, jika pengelolaan dan Mangemen sampah dilakukan dengan baik, ini akan menjadi berkah bagi masyarakt yang peduli dengan lingkungan, paling bisa ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan dan pengurangan angka pengangguran.

"Seperti halnya disini, selain lingkungan bersih, kami mampu menyerap tenaga kerja dari warga yang kurang mampu hingga 80 orang dengan gaji mencapai Rp 900 ribu hinga Rp 1,5 juta" terangnya.

Dia menjelaskan, jika TPST yang dia kelola ini mampu menampung sampah Organik dan non Organik hingga 2 ton perhari, dan dalam melakukan pemilahan sampah hanya dilakukan satu hari, sehingga tidak ada sampah yang menginap dalam TPST nya dan tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Saat ini TPST Mulyoagung ini menampung dari 8000 rumah tangga dengan volume sampah 2 ton perhari. Dengan jumlah ini yang mampu dikelola dengan jumlah sampah yang berhasil di kelola 49 persen lapak benih jual, 39 persen dijadikan pupuk organik, dan hanya 12 persen sampah yang tidak bisa dikelola.

Sementara itu, dari data DKP kota Kediri, saat ada 5 rumah kompos di Kota kediri, yakni rumah kompos Banjar Melati, Rumah Kompos Bujel, Dandangan, Bandar lor, Ngronggo. Kelima rumah kompos ini belum mampu berfungsi secara maksimal sehingga DKP kota kediri berencana akan mengirim KSM untuk pelatihan ke TPST Mulyoagung Malang.
(nng/but/beritajatim.com)
Baca Selengkapnya ...

Jokowi dan Busana

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Dilema Busana Jokowi - Oleh: Jean Couteau

Joko! Aku kini tak tahu bagaimana memanggil kau. Tetapi, mumpung kau masih capres saja, belum resmi menjadi presiden, aku tetap menyebut kau, ya! Dengan istilah ”kau” itu lebih akrab, dan lebih bebas! Menjadi ”bebas-bersih” bagi kau tetap penting, kan?

Aku yakin bahwa di rak baju-kau masih tersimpan banyak kemeja ”berkotak-kotak” yang telah disetrika licin oleh istri kau sendiri. Aku suka gaya kau itu! Jauh lebih cocok daripada memakai setelan jas: ”bikin” panas, dan tak enak menggerakkan badan! Apalagi, bila ditambah dasi, bisa mencekik. Susah kan? Lain dengan baju kau itu, yang kerah lehernya selalu terbuka: lebih mudah bernapas, dan bisa ”memutar” kepala seenaknya. Akibatnya pikiran lebih jernih. Dan tampilan kau itu lebih pas juga: kau tampak sebagai pekerja.

Tapi Joko, terus terang, aku khawatir bahwa setelah kau selesai dilantik dan diiringi staf khusus ini dan penasihat IMF itu, kau terus ”disuruh” mengenakan pakaian yang belum tentu cocok bagi kau. Lebih baik kau tetap menjadi diri kau sendiri–si Joko yang bergaya ”wong cilik”, yang kami semua cintai itu.

Aku tahu, itu mustahil. Memang kau akan sekali-kali mengenakan beskap Jawa dan sarung, apakah di rumah atau untuk Jumatan. Tetapi selebihnya, untuk bekerja, apa yang kau akan kenakan? Baju kotak-kotak andalan kau itu? Mungkin, tapi kau akan dianjurkan tampil berwibawa. Akan ditawari bermacam-macam jas kebesaran. Di situ bisa muncul kesulitan kau, Joko, bila tidak pinter, apalagi bila lupa diri!

Aku sudah bisa membayangkan gelagat cecunguk-cecunguk yang bakal mendekati kau untuk menawarkan kau busana yang ’keren’. Akan ada yang berhidung mancung, yang berlagak polos nan suci dan lain-lain sejenisnya. Mereka kini sudah siap ”mengantre”, siap menawarkan kau potongan setelan ini dan itu, disertai aneka dasi yang warnanya indah, tetapi cekikannya tak enak.

Di antaranya pasti akan ada yang menawarkan jas yang kantongnya sengaja ditinggalkan amplop. Akan ada juga yang ingin kau bergaya longgar, atau sebaliknya berpakaian ketat nan kaku. Bahkan akan ada juga yang coba memaksakan busana afkiran pra-1998. Karena itu, kau akan susah menentukan pilihan yang pas. Semua akan dikatakan kuat dan elegan, dan kalau mahal, dicap bermutu ”internasional”.

Pasti kau bingung. Maka, sebelum menentukan pilihan, bukalah dulu kancing depan setelan jas kau itu, renggangkan dasi—dan bernapaslah lebar-lebar sambil menengadah ke atas. Kau akan lebih mudah memilih jas kebesaran yang betul-betul cocok bagi diri kau–apalagi bila di bawahnya kau tetap memakai baju kotak yang khas itu. Aku serius, loh!

Tetapi, sekali lagi, Joko, maafkan kelancangan aku, karena aku ada kekhawatiran lain. Baju kotak-kotak kau memang mewakili dirimu dengan baik, tapi sebenarnya tak cukup pula. Dengan baju itu, kau telah dapat bertemu dengan ”Ibu Heli tukang cuci dari Manado”, ”Pak Abdullah nelayan dari Belawan” atau ”Pak Asep yang guru di Jawa Barat” itu–orang yang telah kau sendiri catat namanya. Mereka mengenal kau, dan menghormati kau dan baju kau.

Aku bisa menebak mereka juga nyoblos nomor pencalonan kau. Tetapi sebenarnya ada juga kelompok warga yang tak kurang penting kau perhatikan. Oh… bukan wong cilik yang bisa membeli baju berkotak-kotak, tetapi justru mereka yang tak mampu membedakan antara baju itu dan baju jas berdasi. Kaum yang kadang teriak, tapi tak pernah bersuara. Mereka yang ’kere’ yang juga dapat diiming-imingi uang untuk menyoblos siapa saja. Maka setiap kau ragu, Joko, setiap kali dikeroyok cecunguk-cecunguk, pikirkanlah mereka semua yang tak ”mencintai” kau ini, tetapi yang wajib kau cintai, apa pun busana yang kelak kau pakai.

Bila kau berhasil, siapa tahu, kau akan mampu menyulap angan-angan kita menjadi realita yang nyata. Wallahualam.
Baca Selengkapnya ...

Hasil Perhitungan Suara Pilpres 2014 di Kota Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta. Data di situs ini berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen. Website www.kawalpemilu.org ini adalah bukan website resmi KPU dan angka bukan merupakan perhitungan resmi dari KPU.



Baca Selengkapnya ...

Hasil Perhitungan Suara Pilpres 2014 di Kabupaten Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta. Data di situs ini berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen. Website www.kawalpemilu.org ini adalah bukan website resmi KPU dan angka bukan merupakan perhitungan resmi dari KPU.



Baca Selengkapnya ...

Hasil Perhitungan Suara Pilpres 2014 di Jawa Timur

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta. Data di situs ini berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen. Website www.kawalpemilu.org ini adalah bukan website resmi KPU dan angka bukan merupakan perhitungan resmi dari KPU.



Baca Selengkapnya ...

Hasil Perhitungan Suara Pilpres 2014 - www.kawalpemilu.org

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta. Data di situs ini berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen. Website www.kawalpemilu.org ini adalah bukan website resmi KPU dan angka bukan merupakan perhitungan resmi dari KPU.



Baca Selengkapnya ...

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H Kota Kediri 2014

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Jadwal Imsakiyah Ramadhan
Kediri - Jawa Timur
Tahun : 1435 H - 2014 M
Koordinat: (-7.82 LS, 112.01 BT)
Ketinggian: 93 meter DPL
Zona Waktu: WIB (UTC+7)
Arah Kiblat: -66° dari Utara


Tgl. Masehi Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr 'Ashr Maghrib 'Isya'
1 29 Juni 04.13 04.23 05.43 06.08 11.37 14.57 17.28 18.42
2 30 Juni 04.13 04.23 05.43 06.08 11.37 14.58 17.29 18.42
3 1 Juli 04.13 04.23 05.44 06.09 11.37 14.58 17.29 18.42
4 2 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.37 14.58 17.29 18.43
5 3 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.38 14.58 17.29 18.43
6 4 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.38 14.59 17.30 18.43
7 5 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.38 14.59 17.30 18.43
8 6 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.38 14.59 17.30 18.43
9 7 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.38 14.59 17.30 18.44
10 8 Juli 04.15 04.25 05.44 06.09 11.38 14.59 17.31 18.44
11 9 Juli 04.14 04.24 05.44 06.09 11.39 15.00 17.31 18.44
12 10 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.31 18.44
13 11 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.31 18.44
14 12 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.31 18.44
15 13 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.32 18.44
16 14 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.32 18.45
17 15 Juli 04.15 04.25 05.45 06.09 11.39 15.00 17.32 18.45
18 16 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.39 15.01 17.32 18.45
19 17 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.32 18.45
20 18 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
21 19 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
22 20 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
23 21 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
24 22 Juli 04.16 04.26 05.45 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
25 23 Juli 04.16 04.26 05.44 06.09 11.40 15.01 17.33 18.45
26 24 Juli 04.16 04.26 05.44 06.09 11.40 15.01 17.34 18.45
27 25 Juli 04.16 04.26 05.44 06.09 11.40 15.01 17.34 18.46
28 26 Juli 04.16 04.26 05.44 06.08 11.40 15.01 17.34 18.46
29 27 Juli 04.16 04.26 05.44 06.08 11.40 15.01 17.34 18.46
30 28 Juli 04.16 04.26 05.44 06.08 11.40 15.01 17.34 18.46
Baca Selengkapnya ...

Persik Kediri dan Stadion "Kandang Ayam" Brawijaya

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Meski berstatus sebagai kandang tim Indonesia Super League (ISL), Persik Kediri, Stadion Brawijaya ternyata jauh dari harapan. Fasilitas dan kualitas Stadion kebanggaan masyarakat Kediri itu masih jauh dari layak untuk pertandingan sekelas ISL.

Akses menuju stadion sulit dijangkau kendati terletak di pusat kota. Gerbang utama stadion bahkan berada di lingkungan sekolah SMA Negeri 8 Kediri. Praktis, bila ingin masuk ke Stadion Brawijaya, penonton dan tim harus melewati gerbang sekolah. Bus pemain dan kendaraan panitia pertandingan diparkir di halaman sekolah.

Lebih jauh ke dalam kompleks Stadion yang berdampingan dengan SMA 8 Kediri, terdapat warung yang didirikan penduduk sekitar. Ada pemandangan tidak biasa. Penduduk membangun kandang Ayam tepat di bawah tribun stadion lengkap dengan tulisan 'Jangan Ambil Ayamku' di tembok samping kandang. Pemandangan tidak lazim karena biasanya bagian bawah stadion dimanfaatkan sebagai ruang sekretariat atau kantor pengelola stadion.

Fasilitas stadion yang dibangun pada 1983 itu sudah tidak memadai. Pantauan Liputan6.com, stadion mengalami kebocoran sejak pintu masuk. Kebersihan toilet pun tidak terjaga dengan baik. Tribun VIP dan ekonomi nyaris tidak ada bedanya. Kursi dibuat dari beton. Namun untuk kelas VIP beratap seng dengan pilar-pilar besi yang telah berkarat. Pagar pembatas stadion dipasang seadanya. Alhasil, stadion berkapasitas 15 ribu penonton itu tampak sebagai bangunan tua.

Seharusnya, pemandangan kusam Stadion Brawijaya ini tidak terlihat karena stadion dicat berwarna merah lengkap dengan logo sebuah produsen rokok terkenal di Kediri.

CEO baru Persik, Adi Suwono mengungkapkan, manajemen membayar Rp 2,5 juta sekali menggelar partai Persik kepada pengelola stadion, yakni Pemerintah Kota Kediri. Kandang 'Macan Putih' itu terakhir kali dipugar pada 2000. Sejak saat itu, Kandang 'Macan Putih' tidak terpelihara dan menjadi kumuh.

Adi kini masih terus berupaya melobi produsen rokok yang memasang iklan di stadion agar ikut merenovasi. Terlebih, beberapa pertandingan Persik disiarkan televisi swasta nasional. Secara tidak langsung, menurut Adi, produsen rokok itu memasang iklan gratis di televisi.

Semestinya, sponsor juga memperhatikan stadion. Musim lalu, mereka bisa membantu menyokong dana untuk Persik saat bermain di Divisi Utama. "Sekarang, saat naik kasta ke ISL, sponsor juga hendaknya ikut membantu Persik dan memugar stadion. Apalagi, beberapa pertandingan Persik disiarkan langsung melalui stasiun televisi swasta nasional," papar Adi.

Saat latihan pagi hari, skuat Persik harus berbagi lapangan dengan siswa 4 Sekolah Dasar di sekitar Stadion. Siswa sekolah memanfaatkan pinggir lapangan untuk berlatih atletik saat jam pelajaran olahraga. Lapangan pun tampak ramai dengan hiruk pikuk bocah SD. Pihak sekolah SMA 8 Kediri pun merasa, sudah semestinya lokasi pertandingan Persik digeser ke tempat lain.

"Saat Persik main menggangu jam belajar. Pertandingan memang digelar sore hari, tapi suporter telah mendatangi stadion sejak siang. Mereka duduk-duduk di sekitar sekolah. Terkadang, mereka menggangu murid perempuan," kata seorang guru SMA 8 Kediri ketika ditemui Liputan6.com.

"Biasanya, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kami memulangkan siswa lebih awal. Waktu pertandingan Inter Island Cup melawan Persebaya Surabaya contohnya, lingkungan sekolah sudah ramai dengan Bonek sejak pagi," dia melanjutkan.
(Liputan6.com)
Baca Selengkapnya ...

Gudang Garam Lesu, Perekonomian Kediri Terganggu

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Pengurangan jam kerja ribuan karyawan PT Gudang Garam Tbk memukul perekonomian Kediri. Pemerintah daerah setempat menyatakan 73 persen kekuatan ekonomi warga ditopang perusahaan rokok itu. Sejumlah pelaku usaha kecil menengah di Kota dan Kabupaten Kediri mengeluhkan turunnya usaha mereka sejak setahun terakhir. Mereka rata-rata adalah pedagang atau penyedia jasa yang menggantungkan usaha kepada para pekerja Gudang Garam.

“Toko saya setiap hari dilalui pekerja Gudang Garam,” kata Pramono, pemilik toko suku cadang dan bengkel motor di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jumat, 17 Januari 2014. Mereka rata-rata rutin mengganti oli dan ban kendaraan setiap bulan selain melakukan perawatan mesin. Hal ini karena tingginya aktivitas para buruh pabrik rokok itu yang lalu-lalang mulai pagi hingga sore hari.

Namun, sejak penerapan pengurangan jam kerja diberlakukan, kunjungan ke toko itu menurun drastis. Beberapa konsumen menunda rencana mengganti onderdil karena turunnya aktivitas pemakaian kendaraan. “Sekarang susah membujuk mereka untuk ganti ban atau oli,” kata Pramono.

Keluhan yang sama disampaikan pemilik jasa angkutan yang setiap hari mengantar para buruh rokok ke pabrik. Ini karena sebagian besar para pekerja itu bermukim di pedesaan yang jauh dari akses transportasi umum. Selama ini, mereka menyewa kendaraan pribadi yang hanya melayani rute-rute tertentu sesuai domisili pekerja.

Juru bicara PT Gudang Garam, Yuki Prasetyo, mengatakan keluhan itu sudah ditangkap oleh manajemen sejak awal. Sebab, sudah bisa diprediksi jika sekecil apa pun aktivitas produksi perusahaan akan berdampak pada mata rantai perekonomian riil di Kediri. “Ini bisa berdampak ke mana-mana.”

Kondisi tersebut, kata Yuki, sudah pernah disampaikan secara langsung kepada Komisi IX DPR RI saat melakukan kunjungan ke Gudang Garam beberapa waktu lalu. Mereka bahkan diajak berkeliling ke Unit 8, yang banyak terdapat pasar tradisional tujuan para buruh. Pasar-pasar itu kini sepi karena menurunnya jam kerja karyawan serta anjloknya daya beli masyarakat. “Kami sempat membawa rombongan Komisi IX melihat kelesuan ini.”

Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengatakan, pemerintah telah mengevaluasi dampak penurunan produksi pabrik itu terhadap masyarakat. Dia juga meminta jajarannya memberikan laporan periodik mengenai stabilitas ekonomi masyarakat mikro yang terkait aktivitas buruh rokok. “Nanti akan kami carikan terobosan bisnis lain jika memang sudah sangat mengancam,” katanya.

Menurut Samsul, tingkat ketergantungan Pemerintah Kota Kediri terhadap PT Gudang Garam lambat laun makin menyusut. Jika sebelumnya Bank Indonesia menyatakan ketergantungan tersebut mencapai 90 persen, Samsul menegaskan sekarang hanya 73 persen saja. Hal ini karena sebagian besar karyawan pabrik tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Kediri. Hanya saja, karena lokasi pabriknya berada di Kota Kediri, maka keterkaitan dengan pelaku usaha lain di wilayah kota menjadi tinggi.
(sumber:tempo.co)
Baca Selengkapnya ...

19 Dari 24 Lampu Stadion Brawijaya Rusak

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Sebanyak 19 unit lampu Stadion Brawijaya Kota Kediri mati. Manajemen Persik Kediri sudah melapor ke Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, tetapi belum ada pembenahan.

“Kurang lebih 19 unit lampu yang mati. Belum tahu apakah hanya rusak pada instalansinya atau harus ganti. Kita sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Kediri, agar supaya cepat diganti,” ujar Anang Kurniawan, Manajer Persik, Sabtu (09/03/2013)

Keberadaan lampu stadion sangat penting dalam penyelenggaraan pertandingan, khususnya pada malam hari. Untung saja, jadwal home Persik selama ajang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, tidak ada yang berlangsung malam hari.

Terpisah, Panitia Pelaksana Pertandingan Triyono Kutut mengatakan, dalam waktu dekat akan membenahi lampu stadion yang mati. Panpel sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) guna membahas masalah ini

"Biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan lampu stadion cukup besar hampir mencapai setengah milyar. Jumlah lampu yang mati sebanyak 19 unit. Sedangkan perbaikan untuk satu unit lampu saja mencapai Rp 25 juta. Oleh karena itu, perbaikan lampu stadion bisa dilakukan secara bertahap,” ujar Kutut

Triono kutut menambahkan, jumlah lampu di Stadion Brawijaya saat ini ada 24. Jika yang rusak hanya bola lampunya, sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar. Tetapi karena yang rusak termasuk rumah lampunya, biaya yang harus dikeluarkan menjadi cukup besar.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Lomba Foto Colors Of Kediri 2013

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya
Lomba foto dengan hadiah total senilai Rp 25 juta. 15 Januari 2012 - 30 Mei 2013

Ketegori Umum
• Juara Pertama Rp 7.500.000 + Trophy dan Sertifikat
• Juara Kedua Rp 5.000.000 + Trophy dan Sertifikat
• Juara Ketiga Rp 2.500.000 + Trophy dan Sertifikat

Kategori Komunitas
• Juara Pertama Rp 2.500.000 + Trophy dan Sertifikat
• Juara Kedua Rp 1.500.000 + Trophy dan Sertifikat
• Juara Ketiga Rp 1.000.000 + Trophy dan Sertifikat
• Sepuluh hadiah pemenang favorit Kategori Komunitas berupa uang tunai @ Rp 500.000 (berdasarkan jumlah like terbanyak dan setiap komunitas diberikan kepada 2 pemenang)

WAKTU dan TEMPAT
“Lomba Foto Colors of Kediri 2013” akan dilaksanakan pada 15 Januari 2013 – 30 Mei 2013. Seluruh foto yang dilombakan adalah foto objek wisata, budaya dan seni tradisi di wilayah Kabupaten Kediri, peserta boleh mengirim foto baru ataupun foto lama dengan batas waktu paling lama diambil tahun 2009.

JURI
1. Beky Subechi
Beky Subechi adalah redaktur foto harian Jawa Pos. Mengawali karir di Surabaya Post sebagai wartawan foto pada 1995. Perjalanan karirnya di Jawa Pos dimulai pada 1997. Ikut merekam berbagai kejadian saat reformasi yang berujung pada penggulingan rezim Orde Baru pada 1998. Selain itu, pengalaman liputan olah raga tingkat internasional juga pernah dilakukan: Asian Games di Busan, Korea Selatan 2002, Final Bulutangkis Thomas dan Uber Cup 2006 di Jepang. Olimpiade Beijing, China 2006.

2. Mamuk Ismuntoro
Mamuk Ismuntoro adalah fotografer lepas yang berbasis di Surabaya. Tahun 1998-2002 menjadi fotografer harian Suara Indonesia yang kemudian menjadi Radar Surabaya.Tahun 1999 menjalani tugas pertama di daerah konflik Aceh. Akhir 2002-2007 bergabung di majalah Mossaik, dan sempat mengawaki redaksi foto di Surabaya Post pada 2009-2010. Mendapatkan beasiswa dari Panna Institute dan World Press Photo pada 2007 dan menjadi pemenang ke-2 dalam International Photo Competition (IPC) pada 2008.Blog pribadinya yang dibangun pada 2006 : Matanesia, kemudian digagas menjadi institusi resmi penyedia layanan visual. Tinggal di Surabaya, Jawa Timur.

3. Na Kula
Na Kula adalah fotografer, videographer & desainer freelance yang tinggal di Kediri. Pendiri INSOMNIUM, sebuah lembaga fotografi di Malang dan sekarang aktif dalam komunitas seni visual KANOPI di Kediri. Tahun 2009-2011 pernah bekerja di Centre for Orangutan Protection (COP), sebuah NGO perlindungan orangutan sebagai desainer & project officer di Kalteng. Pernah melakukan proyek visual & berpameran di beberapa kota di Indonesia dari tahun 2003-2010. Project fotonya pernah di muat di majalah Art Monthly Australia #244 Oktober 2011 dan majalah Visual Art edisi Februari 2012.

Untuk keterangan lebih lanjut, Hubungi :
0857 858 466 25 (Fathur Ridwan)

TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Polisi Bedakan Anak Hatta Rajasa dan Afriyani ?

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya
Polisi lantang bicara ketika terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa. Tanpa menunggu waktu lama, polisi langsung mengumumkan status pengemudi dan menahannya. Tetapi ternyata itu tak berlaku bagi Muhammad Rasyid Amrullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Sejumlah keganjilan muncul, mulai dari polisi yang saling lempar ketika ditanya sampai pria-pria misterius yang berjaga di RS Polri Kramatjati. Dan anehnya lagi, Rasyid beserta mobil BMW-nya raib. Kenapa?

Sampai hari ini pun status Rasyid masih belum diketahui. Ketika dicecar, polisi berdalih masih melakukan penyelidikan. Mereka justru mengungkapkan jika putra bungsu Hatta itu trauma dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bandingkan dengan kasus kecelakaan Xenia maut yang menewaskan 9 pejalan kaki dan Livina maut di Jalan Ampera Raya, yang menewaskan dua orang. Lebih parahnya lagi, untuk kasus yang sama seorang perwira polisi bisa memberi pernyataan berbeda.

Saat kasus Xenia maut, beberapa jam kemudian Kasat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengumumkan status Afriyani Susanti sebagai tersangka. Kala itu Sudarmanto pun detail menyebut pasal-pasal yang menjerat pengemudi berbadan tambun itu.

"Afriyani Susanti kami tetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4," kata Sudarmanto kala itu Minggu 22 Januari 2012.

Tetapi tidak untuk kasus anak sang menteri, Sudarmanto bermain aman untuk tidak memberikan informasi. Dia pun berlindung di balik undang-undang agar jurnalis tak terus mencecarnya. Padahal polisi sudah berjanji tak akan mengistimewakan anak Hatta.

"Masih dalam proses penyelidikan jadi kami tidak boleh memberikan informasi. Pasal 18 tentang UU Keterbukaan Informasi Publik. Di mana saat dalam penyidikan kami tidak boleh beri informasi gamblang," terang Sudarmanto kemarin.

Sudarmanto juga merahasiakan di mana mobil BMW yang dikemudikan oleh Rasyid kini berada. "Ada di suatu tempat, kenapa saya tidak bisa beri tahu, ya karena balik lagi ke Pasal 18 itu tadi," katanya.

Bahkan untuk mengungkap siapa sebenarnya Rasyid, harus corong Polri yang angkat bicara, yaitu Irjen Suhardi Alius. Padahal, dalam peristiwa kecelakaan seperti ini, biasanya polisi setingkat wilayah punya otoritas untuk mengumumkan.

Contohnya adalah kecelakaan Livina maut, secara gamblang Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Kompol Hindarso mengumumkan status pengemudi, tepat di hari kejadian, Kamis 27 Desember 2012.

"Sopir sudah pasti tersangka. Tadi sempat digebukin warga," kata Hindarso.

Tentu kita ingin siapa saja yang bersalah baik rakyat biasa, anak pejabat, kedudukannya harus sama di hadapan hukum. Jika memang bersalah ya harus dihukum, nyali polisi tak boleh ciut.

Hatta pun sudah meminta maaf kepada keluarga perihal kejadian ini. Ketua Umum PAN itu menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada aparat kepolisian. Dia merasa terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya.

"Kami serahkan sepenuhnya proses ini kepada kepolisian, saya mohon doa restu saudara sekalian agar putra kami pulih, agar dia dapat menjalani proses hukum," kata Hatta saat melakukan jumpa pers di kediamannya di Cipete, Jakarta, Selasa (1/1).
(merdeka.com)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Workshop dan Lomba Fotografi @ STAIN Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

WORKSHOP FOTOGRAFI
Tema : “How to be a Photographer Stage”
Pemateri : ADHI KUSUMO (Portrait&Dokumentary Photographer)
Tanggal : 10 Januari 2013
Pukul : 09.00-10.00 WIB
Lokasi : Gedung Sport Center STAIN Kediri


LOMBA FOTOGRAFI ON THE SPOT
(Lomba ini adalah praktek dari materi workshop)
Tema : “EMOTION”
Juri : ADHI KUSUMO (Portrait&Dokumentary Photographer)
Tanggal : 10 Januari 2013
Pukul : 10-11.00 WIB (Setelah Workshop dilaksanakan)
Lokasi : Gedung Sport Center STAIN Kediri
Talent : Pertunjukan Magic, Pertunjukan Dancer, dan Pertunjukan Band
Pengumpulan Foto: Setelah hunting langsung dikumpulkan berupa file kepada panitia yang sudah disediakan
Hadiah : Tropy+Uang Tunai+Sertifikat

Teknikal Meeting Workshop dan Lomba Fotografi On the Spot pada tanggal 9 Januari 2013 Pukul 09.00 Di Ruang D101 STAIN Kediri

Contact Person : 085 631 840 46 (ZUHDA)
GRATIS DAN UNTUK UMUM
(Get Sertifikat dan Snack)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...

Kasus Narkoba Dominasi Kediri di 2012

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Kasus narkotika dan penyalahgunaan obat terlarang masih mendominasi tindak kejahatan di Polres Kediri Kota. Selama tahun 2012 ada 64 kasus dengan jumlah tersangka 178 orang.

“Pelaku kasus narkoba mayoritas merupakan para narapidana kasus yang sama. Ringannya vonis hukuman membuat pelaku tidak jera mengulangi perbuatannya,” kata AKBP Ratno Kuncoro,SIk, Kapolres Kediri Kota dalam rilis akhir tahun, Sabtu (29/12/2012).

Tersangka kasus narkoba ini juga banyak melibatkan anak-anak di bawah umur. Selama 2012 ada 14 anak-anak yang terjerat kasus narkoba. Pelaku dewasa pria 167 dan pelaku perempuan 15 orang.

Barang bukti narkotika yang diamankan terdiri 6,82 gram sabu-sabu dan 2 klip sisa sabu. Selain itu diamankan 78,69 ganja dan 3 linting rokok daun ganja.

Sedangkan psikotropika dan obat keras yang diamankan 230 butir pil xanax, 40 butir pil diazepam, 782 butir lexotan dan 447.147 butir pil dobel L. Satreskoba juga mengamankan miras terdiri 363 botol kuntul, 77 botol arak jowo, 10 botol vodka dan 14.152 liter arak jowo. Total tahun ini terdapat 107 kasus miras yang diungkap polisi.

Sementara lima kasus menonjol di Polres Kediri Kota didominasi penipuan 69 laporan, pencurian dengan pemberatan 65 kasus, pencurian biasa 47 kasus, curanmor 45 kasus dan perjudian 37 kasus.

Kasus curanmor sangat rendah pengungkapannya dari 45 laporan hanya 7 yang terungkap. Demikian pula curat dari 65 kasus hanya 9 yang terungkap.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca Selengkapnya ...