Selamat Datang di Viva Persik
Info Seputar Kediri dan sekitarnya, Persik Kediri dan Persikmania

Persik Kediri Antiklimaks

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Kesaktian Persik Kediri di kompetisi ISC B akhirnya tak berlaku saat menyeberang lautan dan menghadapi Martapura FC. Kekalahan 4-0 diderita Persik sekaligus kekalahan pertama sejak mengikuti ISC B. Ini menjadi antiklimaks bagi Macan Putih.

Dua pertandingan babak 16 besar tanpa kemenangan menjadi catatan kurang menjanjikan dalam misi lolos ke babak selanjutnya. Pelatih Persik Kediri Kas Hartadi tak membantah kini timnya harus bekerja jauh lebih keras di laga-laga berikutnya.

"Saya akui pertandingan lawan Martapura FC menjadi penampilan terburuk Persik sepanjang ISC B. Kami mengalami antiklimaks dan pilihan satu-satunya adalah berusaha lebih keras untuk mendapat poin sebanyak mungkin di pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata Kas.

Eks pelatih Sriwijaya FC tersebut juga terkejut timnya bisa dengan mudah kecolongan empat gol. Padahal selama persiapan sebelum babak 16 besar timnya dalam kondisi bagus, termasuk menahan imbang Madura United dalam program ujicoba.

Namun tanda-tanda menurunnya performa Persik sudah terbaca ketika menghadapi Perserang Serang di Stadion Brawijaya, Kediri, yang berakhir imbang 0-0. Padahal sebelumnya Stadion Brawijaya selalu menjadi jaminan tiga angka bagi tim kesayangan Persikmania.

"Hasil ini membawa konsekuensi logis, bahwa kami harus secepatnya membenahi diri dan lebih fokus pada pertandingan ke depan. Kami punya tim berpengalaman, jadi idealnya bisa merespons situasi ini dengan baik," lanjut Kas.

Persik masih mempunyai empat pertandingan, yakni kontra Perserang Serang (away), Martapura FC (home), serta Celebest FC (home & away). Melihat jadwal tersebut, maka Macan Putih tak cukup hanya mengoptimalkan laga home.
Baca Selengkapnya ...

Sosok Eni Lestari, TKI Kediri Yang Pidato di PBB

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Banyak yang tidak tahu jika aktivis buruh migran yang berpidato di hadapan 32 negara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah tenaga kerja wanita (TKW) asal Kediri, Jawa Timur. Kita patut berbangga terhadap wanita lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini, ternyata dipercaya sebagai wakil buruh sedunia untuk menyampaikan suaranya di hadapan para pemimpin negara peserta konferensi PBB.

Di rumah orangtuanya di Desa Baye, Kecamatan Minggiran, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Eni Lestari Andayani Adi hidup layaknya anak-anak di desa. Namun di pertemuan tingkat dunia setaraf konferensi PBB, Eni mewakili buruh migran internasional.

Eni adalah putri pertama pasangan Adi Pramono dan Sumasri. Setelah lulus SMA pada 1999, Eni meninggalkan kampung halamanya untuk mengadu nasib menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong. Selain bekerja, Eni rajin membantu sesama TKI yang mengalami kesulitan dengan majikannya di tanah rantau.

Nyatanya, keluarga Eni di Kediri tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Eni menjadi aktivis. Meski begitu, setiap pulang ke Tanah Air, Eni bercerita tentang kesibukannya tersebut.

Di Hongkong, Eni aktif dalam berbagai organisasi buruh migran. Ia menjadi pemimpin International Migrants Alliance (IMA), yaitu sebuah aliansi formal buruh migran yang diinisiasi di Hong Kong. IMA beranggotakan 120 organisasi buruh migran dari 19 negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Berkat aktivitasnya di IMA, Eni diundang berpidato dalam sesi pembukaan KTT PBB tentang migran dan pengungsi, High Level Summit on Migrant’s and Refugees ke-71 di New York, Amerika Serikat pada 19 September 2016. Dalam forum tersebut, Eni bicara soal kondisi buruh migran di dunia. Tidak hanya itu, Eni juga berharap lahir undang-undang yang benar-benar bisa melindungi dan memanusiakan kaum buruh.
Baca Selengkapnya ...

Menikmati Water Park Kediri Yang Sepi

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Menikmati liburan di Kediri, tidak lengkap jika tidak mengunjungi Kediri Water Park, sebuah wisata air yang terletak di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Tempat ini akan membuat pikiran dan tubuh Anda segar dengan percikan airnya yang jernih.

Dari Kota Kediri lokasi berjarak kurang lebih 20 kilometer. Perjalanan melintasi area persawahan, hutan kecil dan permukiman desa. Terletak di kaki Gunung Wilis lengkap dengan angin gunung dan lebatnya pepohonan membuat udara di kawasan wisata ini senantiasa sejuk.

Ada dua seluncur lurus dengan warna berbeda di wahana air ini. Posisinya berdampingan. Satu seluncur disediakan untuk mereka yang gemar melesat berpasangan. Pengelola wisata menyediakan ban berdesain dua lubang. Model couple dengan posisi depan belakang ini bisa untuk pasangan ayah dan anak, kakak-adik, suami istri atau kekasih yang suka meluncur bersama sama.

Seluncur lurus di sebelahnya khusus untuk “penyendiri”. Si “individualis” ini biasanya berkelebat tanpa teman dan ban. Sendiri bebas merdeka memekik histeris sekeras kerasnya. Tak heran suasana di seluncur ini selalu riuh. Di kolam “matras” pengelola menempatkan sejumlah ban ukuran lebih besar di pinggir kolam yang menghadap langsung kearah mulut papan luncur.

“Bertamasya ke water park ini kurang afdol kalau tidak menjajal seluncurnya,” tutur Dewangga, 25 warga Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Tidak hanya sekali. Ada pengunjung yang berkali kali menguji berani. Tentu kecuali pemilik riwayat pengidab penyakit jantung.

Water slide berdesain lurus yang mampu memaksa setiap penjajalnya berteriak histeris itu belum seberapa. Di lokasi wahana air ini masih ada seluncur lain yang sensasinya lebih luar biasa. Panjang seluncur mencapai 206 meter dengan tinggi menjulang 205 meter. Konon karena ukurannya yang melebihi batas wajar itu, ada yang menyebut tempat ini sebagai water slide terpanjang di Asia Tenggara.

Adanya ornamen pendukung seperti arca binatang dan patung bermuka butakala berwarna ngjreng semakin menguatkan imajinasi kerajaan naga. Dibanding di lokasi seluncur track lurus kolam “matras” tempat berakhirnya seluncur super panjang itu lebih lebar. Kolam ini berada di tempat paling rendah.

Bersebelahan dekat mengalir sungai buatan. Dengan menunggang ban bermotif angsa atau ular para remaja dan anak anak bergaya bak pasukan negara air. Sungai buatan ini berhilir di kolam “matras”. Tak jauh dari sana tidak sedikit wisatawan menikmati kolam kaki, kolam terompet, happy together, cangkir tumpah, tsunami buatan, kolam sekoci dan kolam plaza. Selain melebar dengan luas lahan hingga 6 hektare, water park yang pertama kali buka untuk umum tahun 2014 ini juga mengambil posisi berundak dari posisi terendah menuju ke atas.

Untuk mencapai posisi puncak wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri medan bernuansa hiking. Di sepanjang jalan wisatawan akan menjumpai beragam wahana wisata non air. Ada sirkuit gokart yang cukup panjang sekaligus menantang. Di sekitarnya terdapat juga cinema 5 dimensi, Tooter, Gajah Terbang, Bianglala, Space Ball, Kincir Mini, Ontang Anting, Lempar Bola dan Lempar Gelang. Ada juga taman outbound.

Bagi wisatawan yang enggan bersusah payah (jalan kaki), pengelola water park menyediakan angkutan gratis. Mobil isuzu elf lawas full modifikasi. Bagian atas kendaraan hilang. Begitu juga seluruh pintu pintu. Bodi mobil terbuka ini penuh coretan grafiti warna warni. Angkutan wisata ini selalu stand by dengan posisi mengantri rapi. Satu kendaraan berkapasitas maksimal 7 orang penumpang.

Angkutan wisata ini menurunkan penumpang di pemberhentian yang berada di kolam puncak, yakni sebuah kolam khusus untuk berenang. Konstruksinya oval tidak sempurna dengan kedalaman lebih dari dua meter. Keramik dinding berwarna serba biru membuat kolam ini bernuasa biru. Pada bagian tepi kolam bersimpuh arca batu putri duyung memangku kendi.

Pucuk kendi itu mengucurkan air yang jatuh ke dalam kolam. Arca berukuran lumayan besar ini berada melingkar dengan jarak tertentu. Tak jauh dari kolam menjamur gazebo gazebo desain bangunan adat yang berbahan kayu kelapa.

Setelah puas bermain air, sebelum pulang para wisatawan biasanya mampir ke replika Colloseum. Selain bangunan yang berbentuk tribun besar setengah lingkaran, di lokasi juga terdapat arca berukuran raksasa. Salah satunya adalah patung Gajah Ganesa, putra Dewa Siwa dan Parwati yang mengusung semiologi dewa ilmu pengetahuan. Dari posisi ini setiap wisatawan bisa mendapat view pemandangan wahana water park secara utuh.

Di sana juga ada jalan setapak semacam pedestrian dengan nuansa tembok raksasa China. Diva Putri, 18 salah seorang wisatawan asal luar Kediri menuturkan bahwa obyek yang ada lumayan memuaskan untuk wisatawan keluarga. Setidaknya bisa menjadi alternatif tamasya bagi warga eks Karsidenan Kediri yang merasa kejauhan berwisata ke Jatim Park di Kota Wisata Batu atau Paciran Lamongan.

“Hanya saja sistem pembayaran yang semuanya memakai deposit kartu semacam ATM itu yang justru membuat ribet. Harusnya semua transaksi tetap menggunakan cara umum dengan uang tunai. Justru lebih memudahkan pengunjung,” tutur Diva.

Untuk sekali masuk ke lokasi wisata Kediri Water Park setiap wisatawan harus membayar tiket seharga Rp45.000 untuk wahana air dan non air. Kemudian Rp35.000 khusus untuk wahana air. Tarif ini berlaku untuk hari Selasa—Jumat. Sedangkan tarif untuk weekend (Sabtu—Minggu dan tanggal merah) Rp69.000 untuk wahana air dan wahana non air. Sedangkan hanya wahana air Rp49.000. Salah seorang petugas wisata mengatakan bahwa tingkat kunjungan tertinggi berlangsung pada weekend dan tanggal merah.
Baca Selengkapnya ...

Perakit TV Dari Barang Bekas Masuk Istana

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Muhammad Kusrin (42 tahun) perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi tamu kehormatan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Kehadiran pengusaha kecil ini mengisyaratkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak hanya memberikan perhatian terhadap industri berskala besar tapi juga industri berskala kecil untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras Kusrin dalam usahanya merakit televisi dengan dibantu istrinya Siti Aminah (43).

"Tadi bapak Presiden cukup terkejut ya. Ternyata produk yang dibuat oleh mas Kusrin ini dari sisi profesional sudah menjadi standar untuk bisa di komersilkan gitu," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.

Melihat sisi kreatifitas dan semangat kerja keras dari Kusrin, Presiden Jokowi menurut Johan Budi, memberikan uang pribadi Presiden kepada Kusrin sebagai tambahan modal.

"Jadi dalam kesempatan yang sama juga. Secara pribadi bapak Presiden memberikan bantuan tambahan modal ke mass Kusrin. Karena melihat bagaimana effort mas Kusrin dalam memproduksi (televisi) dari bahan daur ulang," lanjutnya.

Sementara itu ‎Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan produk televisi karya Kusrin ini telah diberikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dari kementerian perindustrian.

"Jadi memang kami kementerian Perindustrian telah ikut membina sehingga apa yang dilakukan oleh pak Kusrin ini secara legal dan secara industri itu telah betul-betul layak dijual ke konsumen. Dan SNI yang sudah di dapat itu memang yang sudah ditunggu-tunggu mas Kusrin," kata Saleh Husin.

Saleh Husin menambahkan, televisi rakitan dari barang bekas karya Kusrin ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, di pelosok kabupaten hingga desa yang ingin juga menyaksikan siaran televisi.

"Produk ini memang dari komputer-komputer bekas yang didaur ulang dengan keahlian mas Kusrin menjadi suatu produk yang bernilai tinggi. Dan memang mempunyai segmen pasar tersendiri dan tidak bersentuhan dengan produk-produk pabrikan. Pangsa pasarnya kelas bawah. Ini per unitnya dijual Rp 400 sampai 500 ribu. Dan beliau bisa menjual per hari bisa 150 unit," kata Saleh Husin.

Kepada wartawan Kusrin mengatakan akan memperlus pangsa pasar di luar kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Kusrin juga memastikan akan memproduksi televisi layar datar.

"Ya saya minta tolong sama bapak Presiden agar merk saya ini dipatenkan. Kita rencana pasarkan di jawa timur, Jogjakarta dan Jawa Barat. Sebulan kita produksi sekitar 4000 sampai 5000 unit. Rencana juga layar datar, bahan bakunya sudah ada tinggal merakit saja. Tapi permintaan masyarakat kabupaten Karanganyar sekitarnya masih televisi layar tabung," kata Muhammad Kusrin.

Menperind Saleh Husin memastikan, Pemerintah akan terus memberi perhatian terhadap industri rumahan seperti televisi rakitan karya Kusrin ini agar mampu hadir sejajar dengan produk luar negeri yang selama ini menguasai pasar dalam negeri.

"Kami juga akan melakukan pembinaan agar nanti kedepannya beliau nanti akan mempunyai produk dengan merk tersendiri sehingga nilai jual nya akan lebih meningkat. Kan selama ini bapak Presiden memberikan perhatian terhadap usaha-usaha kecil seperti ini. Dan ini memang layak dibina diarahkan supaya orang-orang semacam mas Kusrin ini yang mempunyai kreatifitas yang tinggi ini betul-betul terarah sehingga produk-produk yang dibuat ini dapat terlindungi oleh konsumen juga," jelas kata Memperind Saleh Husin.

Muhammad Kusrin perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah ini, sebelumnya ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial karena usaha kreatifnya merakit televisi yang ia namai ‘Maxreen’ (singkatan dari mas kusrin), dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca Selengkapnya ...

Persik Tatap 16 Besar dengan Modal Rekor Bagus

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Persik Kediri menatap babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 dengan gairah tinggi. Macan Putih yang belum pernah tersentuh kekalahan dalam 10 laga Grup 6, optimistis bisa melewati babak 16 besar dengan sukses.

Melihat karakter dan sikap tim sejauh ini, Pelatih Persik Kediri Kas Hartadi yakin timnya bisa melewati tahap demi tahap ISC B. Target lolos ke babak 8 besar pun yakin bisa dilalui.

"Saya paham, persaingan akan jauh lebih berat," papar Kas Hartadi. "Tim yang lolos ke 16 besar tentu punya kualitas tersendiri dan target yang tidak main-main. Saya pribadi yakin ambisi tim Persik Kediri akan lebih besar untuk bisa menggapai posisi tertinggi di ISC B."

Ambisi tersebut menurutnya menjadi modal spesial untuk menghadapi ketatnya persaingan di fase berikutnya. Menurut Kas ambisi untuk tidak kalah sudah terlihat sejak awal putaran grup, yang akhirnya membuat tim ungu tak tersentuh kekalahan.

"Saya senang melihat pemain selalu tertantang dan tidak mau kalah, siapa pun lawan yang dihadapi. Sampai sekarang itu tetap terjaga dan saya meminta itu terus dijaga. Persik membutuhkan tekad dan ambisi besar untuk meraih prestasi terbaik," lanjut eks pelatih Sriwijaya FC.

Disinggung soal pesaing terberat dalam perebutan memburu status juara, Kas tak menyebut secara spesifik. Dia hanya menegaskan bahwa tim yang lolos mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri dan siapa pun yang dihadapi Persik tetap menjadi lawan berat.

Karena itulah Kas mewanti-wanti agar pemainnya tetap menginjak bumi meski tak pernah merasakan kekalahan di babak grup. Menurutnya rekor tak terkalahkan dalam 10 pertandingan bukan sebuah jaminan bakal mudah melewati fase 16 besar.

"Selain kualitas lawan, tantangan terberat bagi Persik adalah diri sendiri. Kami harus tetap rendah hati dan respek pada semua pesaing, tak perlu membanggakan diri sebagai tim yang tak pernah terkalahkan. Bagaimana pun Persik belum meraih apa-apa," demikian Kas Hartadi.

Persik Kediri masih meliburkan tim dalam waktu yang cukup lama, terhitung sejak tuntasnya putaran grup atau selepas laga kontra Persepam Madura Utama. Rencananya Wimba Sutan dkk bakal kembali berlatih pada 23 Agustus nanti sebagai awal persiapan 16 besar.
Baca Selengkapnya ...

Akhirnya Kampus 3 UB Mulai Dibangun di Kediri

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Warga Kota Kediri, Jawa Timur menyambut antusias dimulainya pembangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya (UB) di Kota Kediri. Lokasi kampus ini berada di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sambutan masyarakat terlihat dari hadirnya perwakilan masyarakat yang berjumlah ratusan. Para undangan ini memenuhi tenda tempat acara seremonial dimulainya pembangunan Kampus 3 UB Kota Kediri, Jumat (19/8/2016).

Sebelumnya warga Kelurahan Mrican malahan telah bergotong royong membersihkan jalan akses masuk ke lokasi kampus UB. Pembangunan kampus yang sempat tertunda 5 tahun ini disambut penuh suka cita.

Nur Imam (50) salah satu tokoh masyarakat mengaku sangat bersyukur pembangunan kampus 3 UB dapat direalisasi.

"Kami sudah berjuang sejak 2011 tapi realisasinya baru tahun ini," ungkapnya.

Keberadaan kampus 3 UB diharapkan bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar kampus.

"Direalisasinya pembangunan kampus ini bakal terus dikenang anak cucu dan seluruh masyarakat di Kediri," ungkapnya.

Nur Imam mengharapkan proyek pembangunan kampus berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan.

"Ini cita-cita dan mimpi masyarakat yang dapat teralisasi," ungkapnya.

Kepala Dinas PU Kota Kediri Ir Kasenan menjelaskan, pemenang lelang proyek ini PT Duta Karya Perkasa dari Bali.

"Pada 29 Juli kami sudah tanda tangan kontrak dengan PT Duta Karya Perkasa dan hari pembangunan dimulai," jelasnya.

Bangunan kampus 3 UB Kota Kediri tahap pertama ini berupa bangunan bertingkat 3 dengan ukuran 54 x 30 m2. Lantai bawah dan atas untuk ruang fakultas, ruang perkuliahan, ruang TU, ruangan dosen dan mushola.

"Anggaran pembangunan kampus ini mencapai Rp 18 miliar lebih," jelasnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebutkan, keberadaan kampus 3 UB semakin memudahkan masyarakat meneruskan kuliah.

"Untuk kuliah ke UB tidak harus ke Malang, tapi cukup di Kota Kediri," jelasnya.

Bagi Kota Kediri keberadaan kampus 3 UB akan mengangkat perekonomian masyarakat. Karena masyarakat dapat membuka tempat kos-kosan dan warung makanan serta jasa lainnya.

"Kami berharap masyarakat tidak menjual tanahnya," ujarnya.

Baca Selengkapnya ...

Mochamad Anton, Sosok ‘Ahok’ dari Kota Malang

Kediri, Kediri, Kediri, Berita Seputar Kediri dan sekitarnya

Nama Mochamad Anton mungkin belum familiar terdengar di telinga masyarakat umumnya. Namun tidak bagi masyarakat Malang, Jawa Timur. Sosok Anton, begitu ia disapa, nyatanya tidak bisa dilepaskan dari Kota Malang. Di tangannya, pembangunan Kota Malang berjalan cukup pesat.

Ya, saat ini Anton menjabat sebagai Walikota Malang setelah terpilih dalam Pilkada pada 2013 lalu. Karena ‘tangan dinginnya’ membangun Kota Malang, ia pun disebut sebagai sosok 'Ahok' Kota Malang. Bukan hanya karena gebrakannya dalam memimpin, melainkan berasal dari etnis yang sama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Tionghoa.

Anton, begitu ia akrab disapa, yang beragama Islam dan sudah menyandang gelar Haji bukan berasal dari keluarga kaya. Sebelum terjun ke dunia politik, Anton pernah menjalani hidup sebagai pengusaha kecil-kecilan. Ia pernah menjadi pedagang kue, pedagang sembako, bahkan menjadi sopir. Semua dia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Bangku kuliah Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan sempat dia rasakan di Surabaya. Tetapi, kuliahnya hanya sampai semester enam lantaran dia harus bekerja.

Hidup Anton mengalami perubahan saat bertemu dengan seseorang dari Jakarta pada 1998. Orang tersebut meminta Anton mencarikan tetes, limbah pengolahan tebu.

Kala itu, tetes tebu belum menjadi komoditas yang diminati banyak pengusaha lantaran dianggap sebagai kotoran. Anton pun menyanggupi permintaan tersebut.

Dengan semangat pantang menyerah, Anton berhasil mendapat pasokan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang. Dia lantas mengirim tetes tebu tersebut dari Malang menuju Jakarta dengan harga Rp 150.000 per ton.

"Saat itu saya mampu mengirimkan 3.000 tok dengan omzet raturan juta," ungkap Anton, seperti dilansir merdeka.com.

Saat itu, Anton hanya menjadi perantara. Melihat potensi bisnis tetes tebu begitu menggiurkan, Anton memutuskan beralih dari perantara menjadi pemasok utama tetes tebu ke pabrik penyedap rasa.

Dia tidak lagi mengandalkan tetes tebu dari satu pabrik gula saja. Anton lantas mendatangkan tetes tebu dari sejumlah pabrik gula yang terletak di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dengan jumlah pengiriman 300.000 ton per tahun.

Anton menyadari usahanya tidak akan bisa berjalan jika tidak ada petani tebu. Untuk itu, dia lalu menjalin sinergi dengan memberikan pembinaan terhadap 10.000 petani tebu yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Keberhasilan usaha itu membuat Anton berniat terjun dalam pertarungan perebutan kursi Malang 1. Meski banyak yang meragukan kemampuannya lantaran berlatar belakang pengusaha, Anton tetap optimis ingin membangun Malang menjadi kota yang lebih baik.

Anton kemudian terpilih menjadi Walikota bersama pasangannya, Sutiaji, mengalahkan pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo serta Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko. Banyak yang terkejut dengan kemenangan Anton.

Terpilihnya Anton membuka lembaran baru sejarah birokrasi Kota Malang. Dia adalah satu-satunya Walikota Malang yang berasal dari etnis Tionghoa.
Baca Selengkapnya ...