Kesaktian Persik Kediri di kompetisi ISC B akhirnya tak berlaku saat menyeberang lautan dan menghadapi Martapura FC. Kekalahan 4-0 diderita Persik sekaligus kekalahan pertama sejak mengikuti ISC B. Ini menjadi antiklimaks bagi Macan Putih.
Dua pertandingan babak 16 besar tanpa kemenangan menjadi catatan kurang menjanjikan dalam misi lolos ke babak selanjutnya. Pelatih Persik Kediri Kas Hartadi tak membantah kini timnya harus bekerja jauh lebih keras di laga-laga berikutnya.
"Saya akui pertandingan lawan Martapura FC menjadi penampilan terburuk Persik sepanjang ISC B. Kami mengalami antiklimaks dan pilihan satu-satunya adalah berusaha lebih keras untuk mendapat poin sebanyak mungkin di pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata Kas.
Eks pelatih Sriwijaya FC tersebut juga terkejut timnya bisa dengan mudah kecolongan empat gol. Padahal selama persiapan sebelum babak 16 besar timnya dalam kondisi bagus, termasuk menahan imbang Madura United dalam program ujicoba.
Namun tanda-tanda menurunnya performa Persik sudah terbaca ketika menghadapi Perserang Serang di Stadion Brawijaya, Kediri, yang berakhir imbang 0-0. Padahal sebelumnya Stadion Brawijaya selalu menjadi jaminan tiga angka bagi tim kesayangan Persikmania.
"Hasil ini membawa konsekuensi logis, bahwa kami harus secepatnya membenahi diri dan lebih fokus pada pertandingan ke depan. Kami punya tim berpengalaman, jadi idealnya bisa merespons situasi ini dengan baik," lanjut Kas.
Persik masih mempunyai empat pertandingan, yakni kontra Perserang Serang (away), Martapura FC (home), serta Celebest FC (home & away). Melihat jadwal tersebut, maka Macan Putih tak cukup hanya mengoptimalkan laga home. Kediri 99out of 100 Review of : VivaPersik Jumlah Voting : 9999 Orang. Kediri Kuliner Prediksi Bola Jersey