Kasus yang paling hangat terjadi ialah di Indonesia, mulai tengah malam (Senin, 4/4/2011) tadi Otoritas Tertinggi Sepakbola Dunia (FIFA) secara resmi mengumumkan pengambil alihan PSSI dari tangan pengurus.
Proses pengambil alihan ini terjadi setelah FIFA melakukan rapat darurat di markas kebesarannya di Zurich, Swiss.
Salah satu poin yang mendasari keputusan FIFA ialah bergulirnya kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang berada di luar sistem PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia.
Akibatnya, FIFA secara resmi mengambil alih kepengurusan dan akan segera membentuk Komite Normalisasi.
Komite ini nantinya akan mengemban tugas menyelenggarakan pemilihan anggota Komite Eksekutif atau Pengurus PSSI 2011-2015. Dalam masa transisi ini Komite Normalisasi melaksanakan tugas harian PSSI serta mengontrol Liga Primer Indonesia (LPI).
Jika dalam proses pembinaannya LPI tidak dapat melebur kedalam sistem PSSI maka FIFA dengan tegas akan membubarkannya.
Situasi serupa juga pernah dialami oleh persepakbolaan El Salvador pada Mei 2010. Pembentukan Komite Normalisasi di negara yang terletak di Amerika Tengah itu terjadi setelah pemerintah tidak mengakui legitimasi Asosiasi Sepakbola El Salvador (FESFUT).
Setelah menggelar rapat darurat, FIFA memutuskan tugas dari komite ini untuk membuat statuta baru berdasarkan statuta yang dikeluarkan oleh FIFA.
Untuk kasus lainnya terjadi di Negara kepulauan Samoa pada Juni 2008. Permasalahan utang yang membelit Asosiasi Sepakbola Samoa (SFSF) membuat FIFA memberlakukan Komite Normalisasi di negara yang terletak di Samudera Pasifik ini.
Tugas dari komite bentukan FIFA itu ialah mengurus proses administrasi hingga menuntaskan persoalan utang yang membelit SFSF serta melindungi seluruh aset yang dimiliki oleh asosiasi sepakbola yang bersangkutan.
Kasus selanjutnya menimpa persepakbolaan Senegal pada April 2008 silam. Negara yang sempat membuat gempar Piala Dunia 2002 dengan menembus babak perempatfinal itu ternyata memiliki sejumlah masalah, termasuk soal statuta dan penyelenggaraan kompetisi profesional.
Untuk itu, FIFA menganggap perlu diberlakukannya Komite Normalisasi yang bertugas untuk merevisi undang-undang dengan dasar Statuta FIFA, menggulirkan kompetisi sepakbola profesional hingga menyelenggarakan pemilihan pemilihan ketua umum baru berdasarkan undang-undang baru.
Bertolak dengan apa yang terjadi di tiga negara sebelumnya, pencinta sepakbola Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan tentang pemberlakukan Komite Normalisasi.
Karena tujuan utama pemberlakukan komite bentukan FIFA ini semata-mata untuk membenahi persepakbolaan di suatu negara yang asosiasinya terdaftar sebagai anggota FIFA, termasuk PSSI.
(nic/inilah.com)
LIHAT JUGA :
» JADWAL,HASIL dan KLASEMEN DIVISI UTAMA 2010-2011
» JADWAL,HASIL dan KLASEMEN SUPER LIGA 2010-2011
» TOP SKOR dan KLASEMEN LIGA PRIMER INDONESIA 2011
» JADWAL dan HASIL LIGA CHAMPION EROPA 2010-2011
» JADWAL dan KLASEMEN LIGA INGGRIS 2010-2011
» JADWAL dan KLASEMEN LIGA SPANYOL 2010-2011
» JADWAL dan KLASEMEN LIGA ITALIA 2010-2011
» JADWAL dan KLASEMEN LIGA JERMAN 2010-2011 Kediri 99out of 100 Review of : VivaPersik Jumlah Voting : 9999 Orang. Kediri Kuliner Prediksi Bola Jersey