Tujuh orang anggota kepolisian dari Polres Kediri salah menggerebek rumah warga di Dusun Pojok, Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Minggu (19/8) sekitar pukul 04.25 WIB. Apa sanksi dan hukuman bagi polisi yang melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasnya tersebut?
Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengaku belum memberikan sanksi atau hukuman bagi anggotanya yang salah menggerebek rumah warga. "Belum ada tindakan," singkat Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Hilman Thoyib kepada merdeka.com, Selasa (21/8).
Alasannya, pihaknya masih memerlukan kajian dan penyelidikan lebih lanjut sebelum menentukan sanksi atas keteledoran anggotanya. Untuk itu, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).
"Karena masih tahap penyelidikan. Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus salah tangkap di Kediri," katanya.
Sebelumnya, tujuh orang anggota Polres Kediri tiba-tiba menggerebek rumah Mintoro di Dusun Pojok, Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Minggu (19/8) sekitar pukul 04.25 WIB karena diduga sebagai anggota jaringan narkoba.
Petugas merusak pintu dan langsung menemui Mintoro yang saat itu sedang bersiap menjalankan ibadah Salat Idul Fitri. Bahkan, petugas sempat menganiaya Mintoro dengan memukul wajah hingga gigi korban tanggal.
Petugas meminta Mintoro menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika. Petugas juga sempat menodongkan senjata ke arah korban dan istrinya, Yuni. Melihat hal tersebut, perangkat desa datang ke rumah korban dan meminta petugas menyampaikan identitas daftar pencarian orang (DPO) yang diduga bandar narkoba.
Ternyata polisi mencari Heru, salah seorang pengedar yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut. Petugas baru sadar jika salah sasaran ketika korban menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan namanya adalah Mintoro.
Warga terlanjur kesal melihat ulah petugas yang seenaknya. Warga sempat melakukan penyanderaan sekitar empat jam. Aksi warga bisa dicegah setelah petugas provost dari Polres Kediri datang, dan warga menuntut agar kepala operasional penggerebakan, Aipda Sugeng meminta maaf.
(merdeka.com)
. Kediri 99out of 100 Review of : VivaPersik Jumlah Voting : 9999 Orang. Kediri Kuliner Prediksi Bola Jersey